alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Investasi Pabrik SKT Gudang Garam di Magetan Tinggal Tunggu Izin Lingkungan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Investasi kakap yang ditanamkan PT Gudang Garam (GG) di Prampelan, Karangrejo, belum masuk hitungan daerah. Pasalnya, perizinan pabrik sigaret kretek tangan (SKT) milik perusahaan kakap tersebut belum klir. Hingga pekan lalu PT GG masih memproses izin lingkungan di Pemprov Jatim.

‘’Sudah sidang beberapa kali, prosesnya masuk tahap akhir,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Magetan Sunarti Condrowati.

Pabrik SKT milik PT GG di Prampelan rupanya dikategorikan berisiko sedang. Karena itu, proses perizinan di pemprov cukup memakan waktu. Namun, perizinan lain seperti analisis dampak lalu lintas (amdal lalin) sudah klir. Setelah izin lingkungan keluar, maka izin operasional dapat diterbitkan. ‘’Mungkin karena transisi ke aturan yang baru, sehingga cukup lama,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Baru Sekali Dihelat, CFD Magetan Sudah Distop

Lantaran perizinannya belum klir, DPMPTSP belum mencatat nilai investasi PT GG pada tahun lalu. Data sementara yang diterima, PT GG setidaknya telah menggelontor investasi hingga Rp 200 miliar lebih. ‘’Itu baru biaya pembebasan lahan dan pembangunan pabrik, belum termasuk alat dan lainnya,’’ ungkap Condro.

DPMPTSP belum dapat memastikan kapan pabrik SKT baru PT GG siap dibuka. Jika melihat proses perizinan di pemprov yang memasuki tahap akhir, Condro optimistis pabrik bisa segera membuka rekrutmen karyawan. Diperkirakan ada 2.000 lebih tenaga kerja yang diserap pabrik. ‘’Harapannya warga sekitar lebih diprioritaskan,’’ pungkasnya. (ebo/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Investasi kakap yang ditanamkan PT Gudang Garam (GG) di Prampelan, Karangrejo, belum masuk hitungan daerah. Pasalnya, perizinan pabrik sigaret kretek tangan (SKT) milik perusahaan kakap tersebut belum klir. Hingga pekan lalu PT GG masih memproses izin lingkungan di Pemprov Jatim.

‘’Sudah sidang beberapa kali, prosesnya masuk tahap akhir,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Magetan Sunarti Condrowati.

Pabrik SKT milik PT GG di Prampelan rupanya dikategorikan berisiko sedang. Karena itu, proses perizinan di pemprov cukup memakan waktu. Namun, perizinan lain seperti analisis dampak lalu lintas (amdal lalin) sudah klir. Setelah izin lingkungan keluar, maka izin operasional dapat diterbitkan. ‘’Mungkin karena transisi ke aturan yang baru, sehingga cukup lama,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Eko Sudarmawan Beralih Melukis dengan Air Kopi

Lantaran perizinannya belum klir, DPMPTSP belum mencatat nilai investasi PT GG pada tahun lalu. Data sementara yang diterima, PT GG setidaknya telah menggelontor investasi hingga Rp 200 miliar lebih. ‘’Itu baru biaya pembebasan lahan dan pembangunan pabrik, belum termasuk alat dan lainnya,’’ ungkap Condro.

DPMPTSP belum dapat memastikan kapan pabrik SKT baru PT GG siap dibuka. Jika melihat proses perizinan di pemprov yang memasuki tahap akhir, Condro optimistis pabrik bisa segera membuka rekrutmen karyawan. Diperkirakan ada 2.000 lebih tenaga kerja yang diserap pabrik. ‘’Harapannya warga sekitar lebih diprioritaskan,’’ pungkasnya. (ebo/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/