alexametrics
24.2 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Eksekusi Masterplan Pengembangan Sarangan Temui Jalan Buntu

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Mimpi pemerintah menjadikan Telaga Sarangan sebagai destinasi prioritas di Jatim bagian barat mundur teratur. Sejak ditetapkan dalam Perpres 80/2019, hingga kini tak banyak upaya dari pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut. ‘’Kami sudah berjuang. Tapi, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto, Sabtu (7/5).

Dalam Perpres 80/2019, Sarangan menjadi salah satu objek wisata yang digadang menjelma sebagai destinasi prioritas. Sejumlah program pembangunan perlu dieksekusi guna mewujudkan mimpi tersebut. Pemkab juga telah menyusun masterplan dalam mengembangkan Sarangan. Misalnya, penyediaan fasilitas shuttle bus hingga kereta gantung.

Nahas, tak lama usai perpres itu terbit, pandemi Covid-19 melanda. Perekonomian kalang kabut. Anggaran pemerintah pusat dan daerah ikut terdampak. Akibatnya, banyak program pemerintah tercecer. Kang Woto -sapaan bupati- menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya melobi pemerintah provinsi maupun pusat. ‘’Kendala utamanya memang pandemi,’’ ungkap bupati.

Baca Juga :  Lima Penganiaya Dua Remaja di Magetan Diancam 5 Tahun Penjara

Menurut Kang Woto, dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi mutlak dibutuhkan. Pasalnya, nilai investasi dalam mengembangkan Sarangan terbilang jumbo. Diestimasikan butuh duit hingga ratusan miliar. Di sisi lain, pandemi juga berdampak terhadap investor. Proyek-proyek dalam masterplan pengembangan Sarangan pun minim peminat dari kalangan taipan. ‘’Kami berharap ada investor yang masuk, kami undang siapa saja yang berminat,’’ tuturnya. (tr1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Mimpi pemerintah menjadikan Telaga Sarangan sebagai destinasi prioritas di Jatim bagian barat mundur teratur. Sejak ditetapkan dalam Perpres 80/2019, hingga kini tak banyak upaya dari pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut. ‘’Kami sudah berjuang. Tapi, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto, Sabtu (7/5).

Dalam Perpres 80/2019, Sarangan menjadi salah satu objek wisata yang digadang menjelma sebagai destinasi prioritas. Sejumlah program pembangunan perlu dieksekusi guna mewujudkan mimpi tersebut. Pemkab juga telah menyusun masterplan dalam mengembangkan Sarangan. Misalnya, penyediaan fasilitas shuttle bus hingga kereta gantung.

Nahas, tak lama usai perpres itu terbit, pandemi Covid-19 melanda. Perekonomian kalang kabut. Anggaran pemerintah pusat dan daerah ikut terdampak. Akibatnya, banyak program pemerintah tercecer. Kang Woto -sapaan bupati- menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya melobi pemerintah provinsi maupun pusat. ‘’Kendala utamanya memang pandemi,’’ ungkap bupati.

Baca Juga :  Mau Direlokasi asal Ada Lahan Pengganti

Menurut Kang Woto, dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi mutlak dibutuhkan. Pasalnya, nilai investasi dalam mengembangkan Sarangan terbilang jumbo. Diestimasikan butuh duit hingga ratusan miliar. Di sisi lain, pandemi juga berdampak terhadap investor. Proyek-proyek dalam masterplan pengembangan Sarangan pun minim peminat dari kalangan taipan. ‘’Kami berharap ada investor yang masuk, kami undang siapa saja yang berminat,’’ tuturnya. (tr1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/