alexametrics
30.1 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Penjualan Pertalite Naik 15 Persen Imbas Revisi Harga Pertamax

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sepekan berlalu sejak pemerintah resmi menaikkan harga BBM jenis pertamax. Akibatnya, banyak konsumen di Magetan yang beralih ke pertalite. Penjualan pertalite langsung meroket. ‘’Kenaikan penjualan pertalite di Magetan sampai 15 persen dalam tujuh hari terakhir,’’ kata Arya Yusa Dwicandra, section head communication PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Jumat (8/4).

Harga pertamax resmi naik pada 1 April lalu. Dari semula Rp 9.000-Rp 9.400 per liter menjadi Rp 12.500-Rp 13.000 per liter. Sempat terjadi panic buying sehari sebelum pemerintah menetapkan kenaikan harga. Data yang dimiliki Arya, penjualan pertamax di Magetan sempat meroket hingga 40 persen pada 31 Maret atau sehari sebelum kenaikan pertamax. ‘’Itu terjadi hanya di 31 Maret,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Siapkan Empat Tempat Karantina bagi PMI Magetan yang Pulang Kampung

Arya memprediksi ada perubahan tren konsumsi di Magetan. Dia meyakini banyak konsumen pertamax yang berpindah ke pertalite. Sebelum harga pertamax naik, penjualan BBM jenis RON 92 tersebut rata-rata tembus Rp 2.400 kiloliter per bulan. Bulan ini diprediksi turun menjadi 2.200 kiloliter dalam sebulan.

Sebaliknya, penjualan pertalite diprediksi meningkat 400 kiloliter. Dari semula 4.000 kiloliter menjadi 4.400 kiloliter per bulan. Arya mengklaim pihaknya sudah mengantisipasi pergeseran tren tersebut. Stok pertalite di Magetan dipastikan aman hingga 20 hari akumulatif. ‘’Kami menyarankan masyarakat tidak mencampur pertamax dengan pertalite. Karena masing-masing BBM memiliki zat aditif yang berbeda,’’ pungkasnya. (tr3/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sepekan berlalu sejak pemerintah resmi menaikkan harga BBM jenis pertamax. Akibatnya, banyak konsumen di Magetan yang beralih ke pertalite. Penjualan pertalite langsung meroket. ‘’Kenaikan penjualan pertalite di Magetan sampai 15 persen dalam tujuh hari terakhir,’’ kata Arya Yusa Dwicandra, section head communication PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Jumat (8/4).

Harga pertamax resmi naik pada 1 April lalu. Dari semula Rp 9.000-Rp 9.400 per liter menjadi Rp 12.500-Rp 13.000 per liter. Sempat terjadi panic buying sehari sebelum pemerintah menetapkan kenaikan harga. Data yang dimiliki Arya, penjualan pertamax di Magetan sempat meroket hingga 40 persen pada 31 Maret atau sehari sebelum kenaikan pertamax. ‘’Itu terjadi hanya di 31 Maret,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pedagang Kembang Raup Ratusan Ribu Per Hari

Arya memprediksi ada perubahan tren konsumsi di Magetan. Dia meyakini banyak konsumen pertamax yang berpindah ke pertalite. Sebelum harga pertamax naik, penjualan BBM jenis RON 92 tersebut rata-rata tembus Rp 2.400 kiloliter per bulan. Bulan ini diprediksi turun menjadi 2.200 kiloliter dalam sebulan.

Sebaliknya, penjualan pertalite diprediksi meningkat 400 kiloliter. Dari semula 4.000 kiloliter menjadi 4.400 kiloliter per bulan. Arya mengklaim pihaknya sudah mengantisipasi pergeseran tren tersebut. Stok pertalite di Magetan dipastikan aman hingga 20 hari akumulatif. ‘’Kami menyarankan masyarakat tidak mencampur pertamax dengan pertalite. Karena masing-masing BBM memiliki zat aditif yang berbeda,’’ pungkasnya. (tr3/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/