alexametrics
30.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Pemkab Magetan Kesulitan Cari Investor untuk Pengembangan Telaga Sarangan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Uluran tangan investor dibutuhkan pemkab dalam mengembangkan Telaga Sarangan. Butuh dana yang tak sedikit untuk menggarap berbagai fasilitas supaya lebih representatif. Bahkan, menurut Bupati Magetan Suprawoto, kebutuhan dana ditaksir mencapai Rp 450 miliar. ‘’Kami masih mencari investor,’’ katanya, Rabu (8/6).

Kang Woto -sapaan bupati- menyampaikan, rencana pemerintah pusat dan provinsi yang ingin menjadikan Sarangan sebagai destinasi prioritas tidaklah gagal. Hanya terhambat minimnya anggaran. Pandemi Covid-19 telah mengepras banyak anggaran dari pusat sampai daerah. ‘’Harus ada campur tangan swasta,’’ ujarnya.

Pemkab, lanjut Kang Woto, sudah berupaya membujuk investor menanamkan modalnya di Sarangan. Melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Namun, diakui bupati, mencari investor tak semudah membalikkan telapak tangan. ‘’Kan sudah tercantum di Perpres 80/2019, itu pedoman wajib bagi pemerintah untuk merealisasikan pengembangan Sarangan,’’ tegas bupati.

Baca Juga :  Sari Puspitaningrum Pilih Lupakan Toko Bangunan

Di antara berbagai item pengembangan, Kang Woto menyebut ada tiga proyek yang paling membutuhkan dana besar. Yakni, pengadaan transportasi penghubung dari Telaga Wahyu ke Teras dan Telaga Sarangan. Juga, kios di sisi barat telaga untuk memecah kepadatan wisatawan. ‘’Selama ini kepadatan wisatawan terkonsentrasi di sisi utara telaga, perlu dipecah supaya keramaian lebih merata,’’ jelasnya. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Uluran tangan investor dibutuhkan pemkab dalam mengembangkan Telaga Sarangan. Butuh dana yang tak sedikit untuk menggarap berbagai fasilitas supaya lebih representatif. Bahkan, menurut Bupati Magetan Suprawoto, kebutuhan dana ditaksir mencapai Rp 450 miliar. ‘’Kami masih mencari investor,’’ katanya, Rabu (8/6).

Kang Woto -sapaan bupati- menyampaikan, rencana pemerintah pusat dan provinsi yang ingin menjadikan Sarangan sebagai destinasi prioritas tidaklah gagal. Hanya terhambat minimnya anggaran. Pandemi Covid-19 telah mengepras banyak anggaran dari pusat sampai daerah. ‘’Harus ada campur tangan swasta,’’ ujarnya.

Pemkab, lanjut Kang Woto, sudah berupaya membujuk investor menanamkan modalnya di Sarangan. Melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Namun, diakui bupati, mencari investor tak semudah membalikkan telapak tangan. ‘’Kan sudah tercantum di Perpres 80/2019, itu pedoman wajib bagi pemerintah untuk merealisasikan pengembangan Sarangan,’’ tegas bupati.

Baca Juga :  Sari Puspitaningrum Pilih Lupakan Toko Bangunan

Di antara berbagai item pengembangan, Kang Woto menyebut ada tiga proyek yang paling membutuhkan dana besar. Yakni, pengadaan transportasi penghubung dari Telaga Wahyu ke Teras dan Telaga Sarangan. Juga, kios di sisi barat telaga untuk memecah kepadatan wisatawan. ‘’Selama ini kepadatan wisatawan terkonsentrasi di sisi utara telaga, perlu dipecah supaya keramaian lebih merata,’’ jelasnya. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru