23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Polisi Kesulitan Evakuasi Bus Laka Sarangan, 8 Jam Baru Bisa Berdiri

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bangkai bus Semeru nopol H 1470 AG sulit dievakuasi. Hingga, Rabu (7/12), polisi belum berhasil mengangkat bus dari dalam jurang.

‘’Medan cukup sulit, perlu membuat jalur lebih dulu,’’ kata Kanitlaka Satlantas Polres Magetan Iptu Agus Suparno.

Agus mengungkapkan, posisi bus berada di dalam jurang. Area sekitar penuh pepohonan. Kondisi tanah juga tidak rata dan gembur. Petugas perlu membuat jalur lebih dulu dengan alat berat sebelum melakukan evakuasi.

‘’Setelah tanah padat, bus akan dievakuasi dari bawah (area Lawu Green Forest, Red). Tidak memungkinkan evakuasi menggunakan crane dari atas, potensi longsor,’’ ujarnya.

Belum banyak yang bisa dilakukan polisi dalam evakuasi bus laka tunggal di Jalan Cemorosewu-Sarangan masuk Kelurahan Sarangan, Plaosan, pada Minggu (4/12) itu. Bangkai kendaraan baru bisa berdiri pukul 15.00 kemarin.

Baca Juga :  Nataru, Kendaraan Hanya Boleh Sampai Tempat Parkir Telaga Sarangan 

Petugas butuh waktu delapan jam agar posisi roda bus berada di bawah seperti itu. ‘’Selain medan sulit, terkendala hujan dan sering kabut. Berat bus sekitar 12 ton juga mempengaruhi evakuasi,’’ ungkap Agus.

Evakuasi bus pengangkut rombongan pelesir dari Kota Semarang itu bakal diselesaikan segera. Sebab, berpengaruh terhadap penyelidikan laka yang mengakibatkan tujuh korban meninggal itu.

Agus menuturkan, tim accident analysis (TAA) Polda Jatim memerlukan tambahan data. ‘’Bus perlu di-scanner satu posisi lagi, dalam keadaan berdiri,’’ pungkasnya. (mg1/den)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bangkai bus Semeru nopol H 1470 AG sulit dievakuasi. Hingga, Rabu (7/12), polisi belum berhasil mengangkat bus dari dalam jurang.

‘’Medan cukup sulit, perlu membuat jalur lebih dulu,’’ kata Kanitlaka Satlantas Polres Magetan Iptu Agus Suparno.

Agus mengungkapkan, posisi bus berada di dalam jurang. Area sekitar penuh pepohonan. Kondisi tanah juga tidak rata dan gembur. Petugas perlu membuat jalur lebih dulu dengan alat berat sebelum melakukan evakuasi.

‘’Setelah tanah padat, bus akan dievakuasi dari bawah (area Lawu Green Forest, Red). Tidak memungkinkan evakuasi menggunakan crane dari atas, potensi longsor,’’ ujarnya.

Belum banyak yang bisa dilakukan polisi dalam evakuasi bus laka tunggal di Jalan Cemorosewu-Sarangan masuk Kelurahan Sarangan, Plaosan, pada Minggu (4/12) itu. Bangkai kendaraan baru bisa berdiri pukul 15.00 kemarin.

Baca Juga :  Tergelincir Batu, Pemotor Kritis

Petugas butuh waktu delapan jam agar posisi roda bus berada di bawah seperti itu. ‘’Selain medan sulit, terkendala hujan dan sering kabut. Berat bus sekitar 12 ton juga mempengaruhi evakuasi,’’ ungkap Agus.

Evakuasi bus pengangkut rombongan pelesir dari Kota Semarang itu bakal diselesaikan segera. Sebab, berpengaruh terhadap penyelidikan laka yang mengakibatkan tujuh korban meninggal itu.

Agus menuturkan, tim accident analysis (TAA) Polda Jatim memerlukan tambahan data. ‘’Bus perlu di-scanner satu posisi lagi, dalam keadaan berdiri,’’ pungkasnya. (mg1/den)

Most Read

Artikel Terbaru