alexametrics
25.6 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Los Relokasi RTH Pancasila Nganggur

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Rampung dibangun hampir setahun lalu, los pedagang kaki lima (PKL) di sebelah timur Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tebon, Barat, Magetan, nganggur. Tidak ada pedagang yang menempati los 4×10 mter itu.

Sumartono, salah seorang pedagang barang bekas di depan Pegadaian Barat, mengatakan bahwa los itu untuk relokasi para pedagang di sekitar RTH Pancasila tersebut. Mereka berharap segera bisa menempatinya. Sebab, tempat jualan mereka saat ini terkesan kumuh. ‘’Kalau di sana bisa lebih baik, kami ingin seperti itu,’’ katanya.

Camat Barat Yok Sujarwadi juga mengatakan bangunan itu untuk relokasi para pedagang loak di pinggir jalan raya. Dulu, lanjut Yok, mereka hanya berjualan pada hari pasaran Wage. Tapi, kini berjualan setiap hari. ‘’Sampai saat ini mereka masih berjualan di pinggir jalan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Elf Terguling di Sedeng, Rombongan Batal Ziarah ke Kanjeng Jimat

Yok bedalih perbaikan saluran air di los tersebut belum selesai pengerjaannya. Sehingga, belum bisa ditempati. Dia menambahkan, tahun ini ada pembangunan penutup saluran air di lokasi los tersebut. ‘’Sudah hampir selesai, nanti untuk pedagang loak dan kuliner,’’ jelasnya.

Menurut dia, saat ini baru ada satu los di sekitar RTH. Rencananya di sebelah barat RTH juga akan dibangun los yang sama. Sebab, los di sebelah timur itu tak bisa menampung sekitar 20 pedagang. Namun, dia belum tahu pasti kapan los sebelah barat dibangun. ‘’Nanti pemprov yang bangun,’’ sebutnya. (fat/c1/sat)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Rampung dibangun hampir setahun lalu, los pedagang kaki lima (PKL) di sebelah timur Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tebon, Barat, Magetan, nganggur. Tidak ada pedagang yang menempati los 4×10 mter itu.

Sumartono, salah seorang pedagang barang bekas di depan Pegadaian Barat, mengatakan bahwa los itu untuk relokasi para pedagang di sekitar RTH Pancasila tersebut. Mereka berharap segera bisa menempatinya. Sebab, tempat jualan mereka saat ini terkesan kumuh. ‘’Kalau di sana bisa lebih baik, kami ingin seperti itu,’’ katanya.

Camat Barat Yok Sujarwadi juga mengatakan bangunan itu untuk relokasi para pedagang loak di pinggir jalan raya. Dulu, lanjut Yok, mereka hanya berjualan pada hari pasaran Wage. Tapi, kini berjualan setiap hari. ‘’Sampai saat ini mereka masih berjualan di pinggir jalan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 Digencarkan

Yok bedalih perbaikan saluran air di los tersebut belum selesai pengerjaannya. Sehingga, belum bisa ditempati. Dia menambahkan, tahun ini ada pembangunan penutup saluran air di lokasi los tersebut. ‘’Sudah hampir selesai, nanti untuk pedagang loak dan kuliner,’’ jelasnya.

Menurut dia, saat ini baru ada satu los di sekitar RTH. Rencananya di sebelah barat RTH juga akan dibangun los yang sama. Sebab, los di sebelah timur itu tak bisa menampung sekitar 20 pedagang. Namun, dia belum tahu pasti kapan los sebelah barat dibangun. ‘’Nanti pemprov yang bangun,’’ sebutnya. (fat/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/