alexametrics
23.6 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Pemkab Magetan Buka Selter Lansia, Hanya Mampu Tampung 10 Orang

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Lansia telantar di Magetan bakal mendapat tempat perawatan yang layak. Bulan ini pemkab bersiap membuka selter penampungan lansia telantar di Kecamatan Karangrejo. Sayangnya, jumlah lansia yang dapat terakomodasi maksimal hanya sepuluh. ‘’Karena kapasitasnya minim,’’ kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Magetan Parminto Budi Utomo, Kamis (10/3).

Berdasarkan data per 2020 lalu, terdapat 1.500 lansia telantar di Magetan. Jumlahnya diyakini telah susut. Sejauh ini lansia yang terabaikan itu ikut ditampung di fasilitas penampungan milik Pemprov Jatim. Namun, jumlah yang bisa dirawat juga tak signifikan. ‘’Karena itu, daerah menyiapkan selter,’’ ujarnya.

Selter baru tersebut merupakan aset lama dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR). Dulunya digunakan sebagai kantor unit pelaksana teknis (UPT) pengairan. Gedung tak seberapa luas mengakibatkan hanya sepuluh lansia yang dapat tertampung. ‘’Saat ini masih proses finishing, melengkapi sarpras yang dibutuhkan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  PDAM Lawu Tirta Berkomitmen Memperluas dan Meningkatkan Pelayanan

Dinsos menyiapkan sembilan petugas untuk merawat para lansia. Empat di antaranya pengasuh. Selain itu, ada petugas keamanan, kebersihan, dan administrasi. ‘’Akan dibagi beberapa sif dalam 24 jam,’’ terang Parminto.

Masalah tak usai begitu selter difungsikan. Para lansia yang tak tertampung di selter bakal menerima santunan. Pemkab memiliki program bertajuk Bunda Kasih untuk membantu mencukupi kebutuhan pokok para lansia tersebut. Bantuan diberikan secara nontunai. ‘’Besarannya Rp 300 ribu per lansia,’’ ungkapnya. (tr3/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Lansia telantar di Magetan bakal mendapat tempat perawatan yang layak. Bulan ini pemkab bersiap membuka selter penampungan lansia telantar di Kecamatan Karangrejo. Sayangnya, jumlah lansia yang dapat terakomodasi maksimal hanya sepuluh. ‘’Karena kapasitasnya minim,’’ kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Magetan Parminto Budi Utomo, Kamis (10/3).

Berdasarkan data per 2020 lalu, terdapat 1.500 lansia telantar di Magetan. Jumlahnya diyakini telah susut. Sejauh ini lansia yang terabaikan itu ikut ditampung di fasilitas penampungan milik Pemprov Jatim. Namun, jumlah yang bisa dirawat juga tak signifikan. ‘’Karena itu, daerah menyiapkan selter,’’ ujarnya.

Selter baru tersebut merupakan aset lama dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR). Dulunya digunakan sebagai kantor unit pelaksana teknis (UPT) pengairan. Gedung tak seberapa luas mengakibatkan hanya sepuluh lansia yang dapat tertampung. ‘’Saat ini masih proses finishing, melengkapi sarpras yang dibutuhkan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Ibu Hamil Gantung Diri Gegerkan Desa Tinap

Dinsos menyiapkan sembilan petugas untuk merawat para lansia. Empat di antaranya pengasuh. Selain itu, ada petugas keamanan, kebersihan, dan administrasi. ‘’Akan dibagi beberapa sif dalam 24 jam,’’ terang Parminto.

Masalah tak usai begitu selter difungsikan. Para lansia yang tak tertampung di selter bakal menerima santunan. Pemkab memiliki program bertajuk Bunda Kasih untuk membantu mencukupi kebutuhan pokok para lansia tersebut. Bantuan diberikan secara nontunai. ‘’Besarannya Rp 300 ribu per lansia,’’ ungkapnya. (tr3/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/