alexametrics
30.1 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Patroli Kerumunan di Wilayah Perbatasan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Petugas satpol PP jadi rajin patroli hingga daerah perbatasan Karanganyar, Jawa Tengah. Sejak penyekatan di kawasan Cemoro Sewu, Ngancar, Plaosan, dihentikan. Apalagi, warga setempat dirundung ketakutan tertular Covid-19. Lingkungan tempat tinggalnya dikerumuni warga luar daerah saat akhir pekan. ‘’Kami galakkan patroli di wilayah atas,’’ kata Kepala Satpol PP dan Damkar Magetan Chanif Tri Wahyudi.

Chanif tidak memungkiri adanya keramaian di sepanjang Jalan Raya Plaosan-Sarangan hingga Cemoro Sewu saat akhir pekan. Banyak pengunjung warung di pinggir jalan abai protokol kesehatan. Tidak mengenakan masker dan berkerumun. ‘’Didominasi klub-klub motor yang touring. Mereka langsung pergi setelah ditegur,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Tanah Retak Merekah Lima Sentimeter

Sedangkan pemilik warung, kata dia, diingatkan untuk menerapkan jaga jarak fisik. Mengatur jarak meja hingga membatasi jumlah pengujung yang makan di tempat. Pengecekan ketersediaan tempat cuci tangan juga dilakukan. ‘’Ada yang sudah, ada yang belum menyediakan,’’ ujarnya.

Chanif menyebut, saat ini pelanggar physical distancing tidak disanksi. Pihaknya memilih cara persuasif mengedepankan anjuran dan sosialisasi. ‘’Patroli dilakukan setiap hari,’’ katanya. (fat/c1/cor)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Petugas satpol PP jadi rajin patroli hingga daerah perbatasan Karanganyar, Jawa Tengah. Sejak penyekatan di kawasan Cemoro Sewu, Ngancar, Plaosan, dihentikan. Apalagi, warga setempat dirundung ketakutan tertular Covid-19. Lingkungan tempat tinggalnya dikerumuni warga luar daerah saat akhir pekan. ‘’Kami galakkan patroli di wilayah atas,’’ kata Kepala Satpol PP dan Damkar Magetan Chanif Tri Wahyudi.

Chanif tidak memungkiri adanya keramaian di sepanjang Jalan Raya Plaosan-Sarangan hingga Cemoro Sewu saat akhir pekan. Banyak pengunjung warung di pinggir jalan abai protokol kesehatan. Tidak mengenakan masker dan berkerumun. ‘’Didominasi klub-klub motor yang touring. Mereka langsung pergi setelah ditegur,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  KPU Kebut Sortir Surat Suara

Sedangkan pemilik warung, kata dia, diingatkan untuk menerapkan jaga jarak fisik. Mengatur jarak meja hingga membatasi jumlah pengujung yang makan di tempat. Pengecekan ketersediaan tempat cuci tangan juga dilakukan. ‘’Ada yang sudah, ada yang belum menyediakan,’’ ujarnya.

Chanif menyebut, saat ini pelanggar physical distancing tidak disanksi. Pihaknya memilih cara persuasif mengedepankan anjuran dan sosialisasi. ‘’Patroli dilakukan setiap hari,’’ katanya. (fat/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/