alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Sehari Dua Warga Magetan Bunuh Diri

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Gantung diri dipilih sebagai solusi atas persoalan yang dihadapi. Dalam sehari ada dua warga Magetan yang nekat mengakhiri hidup dengan cara ngendhat. AS, 17, mengakhiri nyawa sendiri lantaran tak dapat melanjutkan sekolah. ‘’Menurut dugaan, karena keinginannya untuk bersekolah tidak dapat dipenuhi orang tua,’’ kata Kapolsek Kawedanan AKP Suyatni, Kamis (10/6).

AS selama ini bersekolah sekaligus mondok di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Madiun. Malang bagi AS, orang tuanya mengaku kesulitan jika harus membiayai pendidikan hingga jenjang lebih tinggi. Pasalnya, AS juga punya dua adik yang perlu dibiayai sekolah.

Gelap mata atas kondisi sulit yang menimpa dirinya, AS memanfaatkan seutas tali untuk gantung diri di usuk kayu belakang rumahnya. Saat ditemukan, AS sudah tak mengembuskan napas. ‘’Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,’’ terang Suyatni.

Baca Juga :  Penanggulangan Bencana Urusan Bersama

Di hari yang sama, Sarno, 56, juga memilih mengakhiri hidup dengan gantung diri. Sebelum bunuh diri, warga Ngepeh, Parang, itu sempat menelepon anaknya yang tinggal di Lampung bersama ibunya. Sarno berpamitan dan berkata akan pergi jauh. ‘’Sudah bercerai. Anaknya tinggal bersama mantan istrinya,’’ kata Saimin, tetangga Sarno. (fat/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Gantung diri dipilih sebagai solusi atas persoalan yang dihadapi. Dalam sehari ada dua warga Magetan yang nekat mengakhiri hidup dengan cara ngendhat. AS, 17, mengakhiri nyawa sendiri lantaran tak dapat melanjutkan sekolah. ‘’Menurut dugaan, karena keinginannya untuk bersekolah tidak dapat dipenuhi orang tua,’’ kata Kapolsek Kawedanan AKP Suyatni, Kamis (10/6).

AS selama ini bersekolah sekaligus mondok di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Madiun. Malang bagi AS, orang tuanya mengaku kesulitan jika harus membiayai pendidikan hingga jenjang lebih tinggi. Pasalnya, AS juga punya dua adik yang perlu dibiayai sekolah.

Gelap mata atas kondisi sulit yang menimpa dirinya, AS memanfaatkan seutas tali untuk gantung diri di usuk kayu belakang rumahnya. Saat ditemukan, AS sudah tak mengembuskan napas. ‘’Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,’’ terang Suyatni.

Baca Juga :  Kejari Magetan Sumbang 129 Tabung

Di hari yang sama, Sarno, 56, juga memilih mengakhiri hidup dengan gantung diri. Sebelum bunuh diri, warga Ngepeh, Parang, itu sempat menelepon anaknya yang tinggal di Lampung bersama ibunya. Sarno berpamitan dan berkata akan pergi jauh. ‘’Sudah bercerai. Anaknya tinggal bersama mantan istrinya,’’ kata Saimin, tetangga Sarno. (fat/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/