MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Aktivitas niaga di Pasar Sayur terpaksa dibatasi lantaran terlalu padat. Dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) setempat memutuskan mengurangi jam operasional pasar besar itu dari 24 jam menjadi 17 jam sehari. ‘’Operasional di Pasar Sayur dibatasi karena terlalu ramai, tidak seperti pasar tradisional lain,’’ kata Kabid Pasar Disperindag Handoko, Sabtu (10/7).
Pembatasan berlaku selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Jam operasional Pasar Sayur diubah menjadi pukul 04.00 sampai maksimal pukul 20.00 per harinya. ‘’Aktivitas bongkar muat juga menyesuaikan perubahan jam operasional. Tidak lagi dilakukan dini hari sampai pagi,’’ ujarnya.
Handoko meminta pedagang memahami kebijakan ini. Pembatasan terpaksa diambil untuk mengurangi risiko persebaran korona di pasar tersebut. Pun, Pasar Sayur sempat masuk zona merah lantaran sebelumnya sempat muncul sejumlah kasus positif korona. ‘’Kami juga mengimbau pedagang dan pembeli selalu mematuhi protokol kesehatan,’’ tuturnya.
Ketua Paguyuban Pasar Sayur Azis menyebut bahwa pihaknya legawa dengan kebijakan pembatasan tersebut. Setidaknya, para pedagang harus bersabar selama PPKM darurat. Sebagian pedagang yang berjualan mulai dini hari memilih menutup total lapaknya. ‘’Sebagian lainnya memilih mengubah jam buka. Semua harus legawa,’’ pinta Azis. (fat/c1/naz/her)