alexametrics
24.3 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Sulit Kabulkan Tuntutan Pelaku Usaha di Sarangan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Aksi protes pelaku usaha di Telaga Sarangan direspons Pemkab Magetan. Senin (9/8) pemkab menggelar audiensi dengan warga Sarangan di kantor kelurahan setempat. ‘’Kami berharap objek wisata kembali dibuka dengan pembatasan jam operasional,’’ pinta Wahyudi, perwakilan pedagang kaki lima (PKL) di Sarangan.

Audiensi antara para pelaku usaha dengan perwakilan pemkab berlangsung lebih dari satu jam mulai pukul 13.00. Pemilik kios, kafe, restoran, hingga PKL silih berganti menyampaikan keluhan. ‘’Ketika di wilayah lain sudah boleh buka, kami 24 jam tutup,’’ protesnya.

Wahyudi menilai pemerintah diskriminatif. Pelaku usaha di wilayah kota sudah diperbolehkan buka. Mereka juga boleh melayani dine in alias makan di tempat, kendati durasi per pengunjung dibatasi maksimal 20 menit. Kondisi berbeda dirasakan para pelaku usaha di Sarangan. ‘’Kami siap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,’’ janjinya.

Baca Juga :  2.132 GTT Menanti Peluang Rekrutmen PPPK

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan Joko Trihono menilai tuntutan warga untuk membuka kembali Sarangan terlalu berat dikabulkan. Menimbang situasi pandemi yang belum mereda. Meski demikian, Joko berjanji membahas usulan warga. ‘’Kami akan rumuskan formula yang pas untuk permasalahan warga. Supaya ekonomi tetap berjalan di masa PPKM,’’ tuturnya. (mg5/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Aksi protes pelaku usaha di Telaga Sarangan direspons Pemkab Magetan. Senin (9/8) pemkab menggelar audiensi dengan warga Sarangan di kantor kelurahan setempat. ‘’Kami berharap objek wisata kembali dibuka dengan pembatasan jam operasional,’’ pinta Wahyudi, perwakilan pedagang kaki lima (PKL) di Sarangan.

Audiensi antara para pelaku usaha dengan perwakilan pemkab berlangsung lebih dari satu jam mulai pukul 13.00. Pemilik kios, kafe, restoran, hingga PKL silih berganti menyampaikan keluhan. ‘’Ketika di wilayah lain sudah boleh buka, kami 24 jam tutup,’’ protesnya.

Wahyudi menilai pemerintah diskriminatif. Pelaku usaha di wilayah kota sudah diperbolehkan buka. Mereka juga boleh melayani dine in alias makan di tempat, kendati durasi per pengunjung dibatasi maksimal 20 menit. Kondisi berbeda dirasakan para pelaku usaha di Sarangan. ‘’Kami siap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,’’ janjinya.

Baca Juga :  Pelaku Usaha Sarangan Dijanjikan Relaksasi

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan Joko Trihono menilai tuntutan warga untuk membuka kembali Sarangan terlalu berat dikabulkan. Menimbang situasi pandemi yang belum mereda. Meski demikian, Joko berjanji membahas usulan warga. ‘’Kami akan rumuskan formula yang pas untuk permasalahan warga. Supaya ekonomi tetap berjalan di masa PPKM,’’ tuturnya. (mg5/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/