alexametrics
23.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Pengisian Kadinkes Sepi Peminat, Tunggu Pelantikan Bupati Terpilih

MAGETAN – Pengisian kepala dinas kesehatan benar-benar membuat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Magetan pusing. Seleksi terbuka yang dilakukan panitia seleksi (pansel) akhir tahun lalu tidak membuahkan hasil. Mau tidak mau, pansel harus menggelar seleksi terbuka lagi untuk mengisi jabatan yang kini diisi pelaksana tugas (Plt) Kadinkes Furiana Kartini itu.

Kepala BKD Magetan Suko Winardi mengatakan, pengisian jabatan eselon II itu bakal menunggu pelantikan bupati Magetan terpilih. Di mana pelantikannya rupanya mundur empat hari dari wacana semula pada 20 September. Namun, pengisiannya tidak bisa sembarangan tanpa rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). ’’Setelah pelantikan, kami akan buka lagi pengisian jabatan struktural yang kosong,’’ terangnya.

Seleksi terbuka untuk posisi kadinkes itu, diakui Suko, memang butuh perlakuan khusus dibanding organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Sebab, hanya pejabat dengan latar belakang pendidikan kesehatan yang dapat menempatinya. Yakni, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan 971/2009 tentang Standar Kompetensi Pejabat Struktural Kesehatan. Juga, mendasar pada Permenpan 13/2014 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. ’’Harus dokter,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pasar Parang Dibongkar, Bangun Baru Didanai APBN

Namun, entah mengapa seleksi pada akhir tahun lalu, tak seorang pun dokter yang mengajukan berkas pendaftaran kepada pansel. Padahal, pansel juga sudah mencantumkan persyaratan untuk formasi dinkes dapat berasal dari PNS yang menduduki jabatan fungsional di bidang medis. Minimal jenjang madya dan memiliki pangkat atau golongan IV-a minimal dua tahun. ‘’Tapi, tidak ada yang mendaftar,’’ sebutnya.

Pengumuman itu bukan hanya disebar di lingkup Pemkab Magetan. Pengumuman lowongan kadinkes itu bahkan disebar hingga lingkup pemkab tetangga. Namun, nyatanya tak satu pun dokter yang berminat menduduki jabatan sebagai kadinkes Kabupaten Magetan. Tak pelak, hal itu cukup menghantui pansel jika membuka pendaftaran kembali. ’’Tidak tahu kenapa tidak ada yang melamar,’’ terangnya.

Untuk menunjang kinerja dinkes, sekretaris dinkes pun didaulat menjadi Plt. Kendati dia bukan berlatar pendidikan kesehatan. Lantaran hanya sementara, hal itu diperbolehkan. Lagipula, selama ini tidak memengaruhi kinerja dinkes. Evaluasi secara berkala tetap dilakukan. Apalagi terhadap OPD-OPD yang hingga kini masih belum memiliki kepala definitif. ‘’Tidak masalah, sebentar lagi akan kami isi,’’ pungkasnya. (bel/c1/ota)

 

MAGETAN – Pengisian kepala dinas kesehatan benar-benar membuat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Magetan pusing. Seleksi terbuka yang dilakukan panitia seleksi (pansel) akhir tahun lalu tidak membuahkan hasil. Mau tidak mau, pansel harus menggelar seleksi terbuka lagi untuk mengisi jabatan yang kini diisi pelaksana tugas (Plt) Kadinkes Furiana Kartini itu.

Kepala BKD Magetan Suko Winardi mengatakan, pengisian jabatan eselon II itu bakal menunggu pelantikan bupati Magetan terpilih. Di mana pelantikannya rupanya mundur empat hari dari wacana semula pada 20 September. Namun, pengisiannya tidak bisa sembarangan tanpa rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). ’’Setelah pelantikan, kami akan buka lagi pengisian jabatan struktural yang kosong,’’ terangnya.

Seleksi terbuka untuk posisi kadinkes itu, diakui Suko, memang butuh perlakuan khusus dibanding organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Sebab, hanya pejabat dengan latar belakang pendidikan kesehatan yang dapat menempatinya. Yakni, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan 971/2009 tentang Standar Kompetensi Pejabat Struktural Kesehatan. Juga, mendasar pada Permenpan 13/2014 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. ’’Harus dokter,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Start Revitalisasi Sarangan Molor

Namun, entah mengapa seleksi pada akhir tahun lalu, tak seorang pun dokter yang mengajukan berkas pendaftaran kepada pansel. Padahal, pansel juga sudah mencantumkan persyaratan untuk formasi dinkes dapat berasal dari PNS yang menduduki jabatan fungsional di bidang medis. Minimal jenjang madya dan memiliki pangkat atau golongan IV-a minimal dua tahun. ‘’Tapi, tidak ada yang mendaftar,’’ sebutnya.

Pengumuman itu bukan hanya disebar di lingkup Pemkab Magetan. Pengumuman lowongan kadinkes itu bahkan disebar hingga lingkup pemkab tetangga. Namun, nyatanya tak satu pun dokter yang berminat menduduki jabatan sebagai kadinkes Kabupaten Magetan. Tak pelak, hal itu cukup menghantui pansel jika membuka pendaftaran kembali. ’’Tidak tahu kenapa tidak ada yang melamar,’’ terangnya.

Untuk menunjang kinerja dinkes, sekretaris dinkes pun didaulat menjadi Plt. Kendati dia bukan berlatar pendidikan kesehatan. Lantaran hanya sementara, hal itu diperbolehkan. Lagipula, selama ini tidak memengaruhi kinerja dinkes. Evaluasi secara berkala tetap dilakukan. Apalagi terhadap OPD-OPD yang hingga kini masih belum memiliki kepala definitif. ‘’Tidak masalah, sebentar lagi akan kami isi,’’ pungkasnya. (bel/c1/ota)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/