alexametrics
23.1 C
Madiun
Friday, May 27, 2022

Kang Woto Ingin Warga Bantu Amankan Sekolah

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Maraknya kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang menyasar sekolah jadi atensi khusus Bupati Suprawoto. Bupati bahkan sejak jauh hari telah mewanti-wanti dinas pendidikan, kepemudaan, dan olahraga (dindikpora) untuk meningkatkan kewaspadaan. ‘’Sejak kejadian pertama di SDN Pendem, sudah saya ingatkan,’’ tegas Kang Woto, sapaan Suprawoto, Jumat (10/12).

SDN Pendem rupanya menjadi sasaran pertama. Sekolah di Ngariboyo itu dibobol maling pada 22 November lalu. Usai SDN Pendem, lima sekolah berturut-turut jadi korban berikutnya. Yakni, SDN 1-2 Sugihrejo dan SDN Selorejo di Kawedanan (27/11), SDN Nitikan dan SDN Bulurejo di Plaosan (28/11), serta SDN 2 Krajan di Parang (6/12).

Kang Woto tak menampik bahwa rentetan aksi curat tersebut turut disebabkan oleh minimnya keamanan di sekolah. Di banyak sekolah, penjaganya tidak bertugas selama 24 jam penuh. ‘’Saya sudah meminta dindikpora meningkatkan kewaspadaan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kapolres Magetan Sebut Peredaran Miras Rambah Semua Kecamatan

Bahkan, lanjut Kang Woto, ada sekolah yang benar-benar tidak memiliki penjaga. Permasalahan itu disebabkan tingginya angka pensiun ASN di Magetan. ‘’Kami dilematis. Banyak yang pensiun, tapi rekrutmennya terbatas,’’ ungkapnya.

Di tengah segala keterbatasan itu, keamanan sekolah-sekolah di Magetan tetap harus ditingkatkan. Kang Woto punya keinginan melibatkan warga sekitar untuk membantu menjaga sekolah. Pihaknya bakal meminta dinas pemberdayaan masyarakat desa (DPMD) untuk membahas hal tersebut. Pengadaan CCTV belum diprioritaskan karena anggaran difokuskan untuk penanganan pandemi. ‘’Kalau ada sekolah yang ingin memasang CCTV secara mandiri, kami persilakan,’’ pungkasnya. (mg5/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Maraknya kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang menyasar sekolah jadi atensi khusus Bupati Suprawoto. Bupati bahkan sejak jauh hari telah mewanti-wanti dinas pendidikan, kepemudaan, dan olahraga (dindikpora) untuk meningkatkan kewaspadaan. ‘’Sejak kejadian pertama di SDN Pendem, sudah saya ingatkan,’’ tegas Kang Woto, sapaan Suprawoto, Jumat (10/12).

SDN Pendem rupanya menjadi sasaran pertama. Sekolah di Ngariboyo itu dibobol maling pada 22 November lalu. Usai SDN Pendem, lima sekolah berturut-turut jadi korban berikutnya. Yakni, SDN 1-2 Sugihrejo dan SDN Selorejo di Kawedanan (27/11), SDN Nitikan dan SDN Bulurejo di Plaosan (28/11), serta SDN 2 Krajan di Parang (6/12).

Kang Woto tak menampik bahwa rentetan aksi curat tersebut turut disebabkan oleh minimnya keamanan di sekolah. Di banyak sekolah, penjaganya tidak bertugas selama 24 jam penuh. ‘’Saya sudah meminta dindikpora meningkatkan kewaspadaan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Berlomba Beri Reward untuk Gaet Nasabah

Bahkan, lanjut Kang Woto, ada sekolah yang benar-benar tidak memiliki penjaga. Permasalahan itu disebabkan tingginya angka pensiun ASN di Magetan. ‘’Kami dilematis. Banyak yang pensiun, tapi rekrutmennya terbatas,’’ ungkapnya.

Di tengah segala keterbatasan itu, keamanan sekolah-sekolah di Magetan tetap harus ditingkatkan. Kang Woto punya keinginan melibatkan warga sekitar untuk membantu menjaga sekolah. Pihaknya bakal meminta dinas pemberdayaan masyarakat desa (DPMD) untuk membahas hal tersebut. Pengadaan CCTV belum diprioritaskan karena anggaran difokuskan untuk penanganan pandemi. ‘’Kalau ada sekolah yang ingin memasang CCTV secara mandiri, kami persilakan,’’ pungkasnya. (mg5/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/