alexametrics
23.3 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Harga Sembako Susul-menyusul Naik

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Harga sembako terus melambung. Setelah minyak goreng, cabai, dan daging sapi, belakangan harga bawang merah ikut meroket. Di Pasar Sayur, harga satu kilogram bawang merah tembus kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 33 ribu. ‘’Naik sejak sebulan terakhir,’’ kata Yadi, pedagang bawang merah di Pasar Sayur, Jumat (11/3).

Awal Februari lalu, harga bawang merah di kiosnya masih Rp 20 ribu per kilogram. Lambat laun harganya terus naik setiap kiriman dari tengkulak datang.  Tak hanya menaikkan harga, tengkulak juga mengirim lebih sedikit. ‘’Kata tengkulak ada penurunan stok,’’ ungkapnya.

Penurunan stok ditengarai akibat faktor cuaca. Musim hujan mengakibatkan kualitas panen bawang merah di berbagai daerah menurun. Akibatnya, bawang merah yang berkualitas bagus dihargai tinggi. ‘’Ada kemungkinan harga naik lagi kalau semakin banyak petani gagal panen,’’ beber Yadi.

Baca Juga :  Geruduk Kantor DPRD Magetan, Massa PMII Sampaikan Sejumlah Tuntutan

Lonjakan harga bawang merah membuat dirinya meradang. Sejak sebulan terakhir pendapatannya turun hingga 50 persen. Nasib serupa menimpa Panggio, pedagang Pasar Sayur lainnya. Sejak harga naik, dia mengaku hanya bisa menjual 50 kilogram bawang merah per hari. ‘’Dulu sehari bisa laku seratus kilogram,’’ keluhnya. (tr3/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Harga sembako terus melambung. Setelah minyak goreng, cabai, dan daging sapi, belakangan harga bawang merah ikut meroket. Di Pasar Sayur, harga satu kilogram bawang merah tembus kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 33 ribu. ‘’Naik sejak sebulan terakhir,’’ kata Yadi, pedagang bawang merah di Pasar Sayur, Jumat (11/3).

Awal Februari lalu, harga bawang merah di kiosnya masih Rp 20 ribu per kilogram. Lambat laun harganya terus naik setiap kiriman dari tengkulak datang.  Tak hanya menaikkan harga, tengkulak juga mengirim lebih sedikit. ‘’Kata tengkulak ada penurunan stok,’’ ungkapnya.

Penurunan stok ditengarai akibat faktor cuaca. Musim hujan mengakibatkan kualitas panen bawang merah di berbagai daerah menurun. Akibatnya, bawang merah yang berkualitas bagus dihargai tinggi. ‘’Ada kemungkinan harga naik lagi kalau semakin banyak petani gagal panen,’’ beber Yadi.

Baca Juga :  Polemik RTLH: Toko Salah Merekap, Kades Malah Menagih

Lonjakan harga bawang merah membuat dirinya meradang. Sejak sebulan terakhir pendapatannya turun hingga 50 persen. Nasib serupa menimpa Panggio, pedagang Pasar Sayur lainnya. Sejak harga naik, dia mengaku hanya bisa menjual 50 kilogram bawang merah per hari. ‘’Dulu sehari bisa laku seratus kilogram,’’ keluhnya. (tr3/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/