alexametrics
24.8 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Ketua KPPS Kepohrejo Meninggal karena Kelelahan

MAGETAN – Jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia terus bertambah. Terbaru dialami oleh Boniran, 64, asal Desa Kepohrejo, Takeran. Dia meninggal dunia setelah dirawat sekitar 12 hari di RSUD dr Soedono, Madiun Kamis (9/5).

Sarmini, istri Boniran mengaku suaminya merupakan ketua KPPS Kepohrejo. Selepas tahapan pemilu berakhir, suaminya itu mengeluhkan kecapekan. Dia mengaku merasa kewalahan menjalani proses pemungutan dan rekapitulasi suara secara maraton. Karena sangat menguras tenaga dan pikiran. ‘’Dirawat di rumah sakit sekitar 12 hari,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magetan.

Dari hasil keterangan dokter, Sarmini mendapati bahwa suaminya hanya merasa kelelahan. Kondisi badannya drop setelah melakukan proses penghitungan suara di tingkat PPS. ‘’Dokter sempat menyarankan untuk istirahat,’’ katanya.

Saat dirawat itu, Sarmini mengaku nafsu makan suaminya turun. Kondisi itu sempat membuatnya khawatir. Dokter rumah sakit juga sempat menyarankan agar Boniran untuk banyak istirahat supaya cepat pulih. ‘’Kondisinya sempat membaik dan saya bawa pulang ke rumah,’’ ungkapnya.

Tetapi bukannya sembuh total, lanjut Sarmini, kondisi kesehatan suaminya justru kembali memburuk. Hingga akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk membawa Boniran kembali lagi ke RSUD dr Soedono. ‘’Sempat dirawat semalam sebelum kemudian dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit,’’ terangnya.

Baca Juga :  Dampak Refocusing Anggaran Covid-19, Nihil Normalisasi Embung

Rentetan perjalanan kasus meninggalnya Boniran sempat diutarakan oleh, Sakutara yang juga merupakan anggota KPPS Kepohrejo. Menurutnya, saat proses rekapitulasi suara berlangsung korban memang sempat mengeluh kelelahan.

Boniran juga sempat pamit pulang lebih dulu ke teman KPPS lainnya untuk istirahat sebentar. Sebelum kemudian dirinya mendapat kabar dari pihak keluarga bahwa Boniran dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya drop. ‘’Saat itu proses penghitungan suara berlangsung sampai pukul 02.00 dini hari,’’ ungkapnya.

Mendapati adanya salah satu petugas KPPS meninggal dunia, KPU Magetan langsung meluncur ke rumah duka. Lembaga penyelenggara pemilu itu juga memastikan bahwa korban telah masuk dalam daftar penerima bantuan dari KPU RI. ‘’Kita masih akan menunggu administrasi dari pihak keluarga dan rumah sakit untuk selanjutnya kami kirimkan ke KPU RI,’’ terang Nur Salam, Komisioner KPU Magetan. (mgc/her)

MAGETAN – Jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia terus bertambah. Terbaru dialami oleh Boniran, 64, asal Desa Kepohrejo, Takeran. Dia meninggal dunia setelah dirawat sekitar 12 hari di RSUD dr Soedono, Madiun Kamis (9/5).

Sarmini, istri Boniran mengaku suaminya merupakan ketua KPPS Kepohrejo. Selepas tahapan pemilu berakhir, suaminya itu mengeluhkan kecapekan. Dia mengaku merasa kewalahan menjalani proses pemungutan dan rekapitulasi suara secara maraton. Karena sangat menguras tenaga dan pikiran. ‘’Dirawat di rumah sakit sekitar 12 hari,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magetan.

Dari hasil keterangan dokter, Sarmini mendapati bahwa suaminya hanya merasa kelelahan. Kondisi badannya drop setelah melakukan proses penghitungan suara di tingkat PPS. ‘’Dokter sempat menyarankan untuk istirahat,’’ katanya.

Saat dirawat itu, Sarmini mengaku nafsu makan suaminya turun. Kondisi itu sempat membuatnya khawatir. Dokter rumah sakit juga sempat menyarankan agar Boniran untuk banyak istirahat supaya cepat pulih. ‘’Kondisinya sempat membaik dan saya bawa pulang ke rumah,’’ ungkapnya.

Tetapi bukannya sembuh total, lanjut Sarmini, kondisi kesehatan suaminya justru kembali memburuk. Hingga akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk membawa Boniran kembali lagi ke RSUD dr Soedono. ‘’Sempat dirawat semalam sebelum kemudian dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit,’’ terangnya.

Baca Juga :  Gerinda Berdarah: Ada Luka di Tangan dan Paha

Rentetan perjalanan kasus meninggalnya Boniran sempat diutarakan oleh, Sakutara yang juga merupakan anggota KPPS Kepohrejo. Menurutnya, saat proses rekapitulasi suara berlangsung korban memang sempat mengeluh kelelahan.

Boniran juga sempat pamit pulang lebih dulu ke teman KPPS lainnya untuk istirahat sebentar. Sebelum kemudian dirinya mendapat kabar dari pihak keluarga bahwa Boniran dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya drop. ‘’Saat itu proses penghitungan suara berlangsung sampai pukul 02.00 dini hari,’’ ungkapnya.

Mendapati adanya salah satu petugas KPPS meninggal dunia, KPU Magetan langsung meluncur ke rumah duka. Lembaga penyelenggara pemilu itu juga memastikan bahwa korban telah masuk dalam daftar penerima bantuan dari KPU RI. ‘’Kita masih akan menunggu administrasi dari pihak keluarga dan rumah sakit untuk selanjutnya kami kirimkan ke KPU RI,’’ terang Nur Salam, Komisioner KPU Magetan. (mgc/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/