alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Baru 17 Produk Lokal Magetan yang Mejeng di Toko Modern

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Peluang berkembang juga ditawarkan gerai-gerai toko modern. Saat ini, baru 17 produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang mejeng di etalase toko modern di Magetan. Padahal, jumlah pelaku UMKM yang terdata mencapai 156.200. ‘’Angka tersebut mencakup yang sudah berizin maupun yang belum,’’ kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Magetan Sukartini, Kamis (11/8).

Belasan produk lokal itu mejeng di 23 gerai toko modern di Magetan. Mulai kue basah, makanan ringan, hingga minuman instan. Untuk bisa mejeng di toko modern, pelaku UMKM perlu melalui kurasi terlebih dahulu. ‘’Yang diuji kualitas rasa, penampilan, dan lainnya,’’ terangnya.

Baca Juga :  Peningkatan Ruas Karas–Prampelan Telan Rp 3,9 M

Sukartini mendorong pelaku UMKM untuk melengkapi perizinan. Mulai nomor izin berusaha (NIB), sertifikat pangan industri rumah tangga (PIRT), hingga hak merek. Dinkop UM membantu pelaku usaha dalam mengurus berbagai jenis perizinan itu. ‘’Kalau seluruh izin sudah ada, pelaku UMKM akan didampingi dalam memenuhi syarat-syarat mengikuti kurasi,’’ ujarnya.

Kerja sama antara pemkab dan toko modern dalam memasarkan produk lokal tak terbatas di wilayah Magetan. Sukartini menyebut, produk UMKM lokal bisa saja dipasarkan ke gerai toko modern di luar daerah. Tentu syaratnya lolos kurasi oleh pihak toko modern. ‘’Kalau bisa tembus, produk UMKM Magetan berpotensi dijual di sekitar 800 gerai toko modern di berbagai daerah,’’ tuturnya. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Peluang berkembang juga ditawarkan gerai-gerai toko modern. Saat ini, baru 17 produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang mejeng di etalase toko modern di Magetan. Padahal, jumlah pelaku UMKM yang terdata mencapai 156.200. ‘’Angka tersebut mencakup yang sudah berizin maupun yang belum,’’ kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Magetan Sukartini, Kamis (11/8).

Belasan produk lokal itu mejeng di 23 gerai toko modern di Magetan. Mulai kue basah, makanan ringan, hingga minuman instan. Untuk bisa mejeng di toko modern, pelaku UMKM perlu melalui kurasi terlebih dahulu. ‘’Yang diuji kualitas rasa, penampilan, dan lainnya,’’ terangnya.

Baca Juga :  Objek Wisata Magetan Kembali Dibuka

Sukartini mendorong pelaku UMKM untuk melengkapi perizinan. Mulai nomor izin berusaha (NIB), sertifikat pangan industri rumah tangga (PIRT), hingga hak merek. Dinkop UM membantu pelaku usaha dalam mengurus berbagai jenis perizinan itu. ‘’Kalau seluruh izin sudah ada, pelaku UMKM akan didampingi dalam memenuhi syarat-syarat mengikuti kurasi,’’ ujarnya.

Kerja sama antara pemkab dan toko modern dalam memasarkan produk lokal tak terbatas di wilayah Magetan. Sukartini menyebut, produk UMKM lokal bisa saja dipasarkan ke gerai toko modern di luar daerah. Tentu syaratnya lolos kurasi oleh pihak toko modern. ‘’Kalau bisa tembus, produk UMKM Magetan berpotensi dijual di sekitar 800 gerai toko modern di berbagai daerah,’’ tuturnya. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/