alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Kang Woto Minta Pelaku Usaha Wisata Taat Aturan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Magetan Suprawoto ikut menyorot insiden tewasnya Darmin, pengemudi speedboat Telaga Sarangan, pada 5 Februari lalu. Dia meminta insiden tersebut menjadi yang terakhir. ‘’Semoga menjadi introspeksi bagi teman-teman di Sarangan untuk lebih mengutamakan keselamatan,’’ ujar Kang Woto –sapaan Suprawoto– Sabtu (12/2).

Di mata Kang Woto, insiden tenggelamnya Darmin menunjukkan kurangnya kepatuhan para pelaku usaha wisata terhadap regulasi yang ada. Seharusnya Darmin dan penumpangnya memakai rompi pelampung. Begitu pula speedboat lain.

Menurut bupati, di balik musibah pasti terkandung pelajaran yang berharga. Dalam kasus tewasnya Darmin, tidak ada pilihan selain mengenakan rompi pelampung bagi seluruh pengemudi dan penumpang. ‘’Kalau pakai rompi pelampung akan mengurangi risiko tenggelam,’’ terangnya.

Baca Juga :  Sopir Truk Gelar Aksi Damai di Pasar Sayur Magetan, Ini Tuntutannya

Kang Woto telah meminta dinas perhubungan (dishub) serta dinas pariwisata dan kebudayaan (disparbud) untuk lebih sering meninjau Sarangan. Guna memastikan para penyedia jasa speedboat mematuhi aturan. ‘’Bila perlu, bahas bersama dengan stakeholder di kawasan wisata Sarangan, karena ini demi keselamatan bersama,’’ pungkasnya. (mg5/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Magetan Suprawoto ikut menyorot insiden tewasnya Darmin, pengemudi speedboat Telaga Sarangan, pada 5 Februari lalu. Dia meminta insiden tersebut menjadi yang terakhir. ‘’Semoga menjadi introspeksi bagi teman-teman di Sarangan untuk lebih mengutamakan keselamatan,’’ ujar Kang Woto –sapaan Suprawoto– Sabtu (12/2).

Di mata Kang Woto, insiden tenggelamnya Darmin menunjukkan kurangnya kepatuhan para pelaku usaha wisata terhadap regulasi yang ada. Seharusnya Darmin dan penumpangnya memakai rompi pelampung. Begitu pula speedboat lain.

Menurut bupati, di balik musibah pasti terkandung pelajaran yang berharga. Dalam kasus tewasnya Darmin, tidak ada pilihan selain mengenakan rompi pelampung bagi seluruh pengemudi dan penumpang. ‘’Kalau pakai rompi pelampung akan mengurangi risiko tenggelam,’’ terangnya.

Baca Juga :  Dua Jam, Enam Ton Migor Curah Ludes Diserbu Pelaku UMKM Magetan

Kang Woto telah meminta dinas perhubungan (dishub) serta dinas pariwisata dan kebudayaan (disparbud) untuk lebih sering meninjau Sarangan. Guna memastikan para penyedia jasa speedboat mematuhi aturan. ‘’Bila perlu, bahas bersama dengan stakeholder di kawasan wisata Sarangan, karena ini demi keselamatan bersama,’’ pungkasnya. (mg5/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/