alexametrics
31.8 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Jual Migor Curah di Atas HET Bisa Disanksi Hukum

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Stabilitas harga minyak goreng (migor) curah masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah. Usai subsidi migor curah dicabut akhir Mei lalu, harga komoditas tersebut terpantau belum normal. ‘’Untuk itu, pedagang kami imbau tidak menjual melebihi HET (harga eceran tertinggi),’’ kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan Sucipto, Minggu (12/6).

HET migor curah ditetapkan Rp 14 ribu dan maksimal Rp 15.500 per kilogram. Aturan tersebut masih berlaku hingga saat ini. Sayangnya, harga migor curah di pasaran cenderung fluktuatif. Bahkan sempat melebihi HET. ‘’Pengawasan di lapangan perlu ditingkatkan agar kebijakan ini terlaksana dengan baik,’’ ujarnya.

Sucipto menyampaikan, pedagang dapat dikenai sanksi bila menjual migor curah melebihi HET. Bahkan, mereka dapat berurusan dengan penegak hukum. ‘’Silakan kalau pedagang nekat menjual di atas HET, pasti berurusan dengan polisi,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Gedung Dewan DPRD Magetan Belum Lockdown

Berbeda dengan migor curah, pemerintah tak lagi menetapkan HET untuk migor kemasan. Akibatnya, stabilitas harga komoditas tersebut bergantung pada ketersediaan stok di pasaran. Juga tingginya permintaan dari konsumen. Tak heran harganya di Magetan masih tembus Rp 25 ribu per liter. ‘’Cukup jauh kalau dibandingkan harga migor curah,’’ beber Sucipto. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Stabilitas harga minyak goreng (migor) curah masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah. Usai subsidi migor curah dicabut akhir Mei lalu, harga komoditas tersebut terpantau belum normal. ‘’Untuk itu, pedagang kami imbau tidak menjual melebihi HET (harga eceran tertinggi),’’ kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan Sucipto, Minggu (12/6).

HET migor curah ditetapkan Rp 14 ribu dan maksimal Rp 15.500 per kilogram. Aturan tersebut masih berlaku hingga saat ini. Sayangnya, harga migor curah di pasaran cenderung fluktuatif. Bahkan sempat melebihi HET. ‘’Pengawasan di lapangan perlu ditingkatkan agar kebijakan ini terlaksana dengan baik,’’ ujarnya.

Sucipto menyampaikan, pedagang dapat dikenai sanksi bila menjual migor curah melebihi HET. Bahkan, mereka dapat berurusan dengan penegak hukum. ‘’Silakan kalau pedagang nekat menjual di atas HET, pasti berurusan dengan polisi,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Poles Stasiun Magetan Tahun Depan

Berbeda dengan migor curah, pemerintah tak lagi menetapkan HET untuk migor kemasan. Akibatnya, stabilitas harga komoditas tersebut bergantung pada ketersediaan stok di pasaran. Juga tingginya permintaan dari konsumen. Tak heran harganya di Magetan masih tembus Rp 25 ribu per liter. ‘’Cukup jauh kalau dibandingkan harga migor curah,’’ beber Sucipto. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/