alexametrics
26.2 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Magetan Dihantui Bencana Hidrometeorologi, 51 Rumah Rusak Tahun Lalu

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bencana kerap mengiringi hujan dan angin kencang. Sepanjang tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan mencatat sudah ada 25 bencana yang terjadi di Bumi Ki Mageti. ‘’Patut menjadi perhatian karena curah hujan tinggi diprediksi masih akan terjadi sampai pertengahan bulan ini,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi, Minggu (13/3).

Menurut analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas tinggi di Magetan kerap disertai angin kencang. Perpaduan tersebut rentan menyebabkan bencana hidrometeorologi. ‘’Sebagai gambaran, pada tahun lalu ada 58 rumah rusak akibat hujan dan angin kencang,’’ ujarnya.

Bencana hidrometeorologi lain juga mengintai setiap musim penghujan. Sepanjang tahun lalu tercatat 51 titik longsor di Magetan. Selain itu, banjir telah terjadi sebanyak 41 kali. Juga terdapat 68 pohon yang bertumbangan di berbagai wilayah. ‘’Skala bencana alam yang terjadi sepanjang tahun ini tergolong kecil dan menengah,’’ terang Eka.

Baca Juga :  Jelang Bergulirnya Moto3, Mario Suryo Aji Jajal Sirkuit Mandalika

BPBD meminta warga Magetan lebih waspada. Ada baiknya menahan diri untuk beraktivitas di luar rumah jika cuaca sedang buruk. Kesiapsiagaan hingga di tingkat lingkungan perlu terus dipupuk. Dengan begitu, dampak bencana dapat diminimalkan. ‘’Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa atau kelurahan, serta petugas berwenang wajib ditingkatkan,’’ pungkasnya. (tr3/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bencana kerap mengiringi hujan dan angin kencang. Sepanjang tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan mencatat sudah ada 25 bencana yang terjadi di Bumi Ki Mageti. ‘’Patut menjadi perhatian karena curah hujan tinggi diprediksi masih akan terjadi sampai pertengahan bulan ini,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi, Minggu (13/3).

Menurut analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas tinggi di Magetan kerap disertai angin kencang. Perpaduan tersebut rentan menyebabkan bencana hidrometeorologi. ‘’Sebagai gambaran, pada tahun lalu ada 58 rumah rusak akibat hujan dan angin kencang,’’ ujarnya.

Bencana hidrometeorologi lain juga mengintai setiap musim penghujan. Sepanjang tahun lalu tercatat 51 titik longsor di Magetan. Selain itu, banjir telah terjadi sebanyak 41 kali. Juga terdapat 68 pohon yang bertumbangan di berbagai wilayah. ‘’Skala bencana alam yang terjadi sepanjang tahun ini tergolong kecil dan menengah,’’ terang Eka.

Baca Juga :  Pemkab Magetan Dorong Perangkat Desa Didaftarkan sebagai Peserta BPJS Kesehatan

BPBD meminta warga Magetan lebih waspada. Ada baiknya menahan diri untuk beraktivitas di luar rumah jika cuaca sedang buruk. Kesiapsiagaan hingga di tingkat lingkungan perlu terus dipupuk. Dengan begitu, dampak bencana dapat diminimalkan. ‘’Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa atau kelurahan, serta petugas berwenang wajib ditingkatkan,’’ pungkasnya. (tr3/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/