alexametrics
31.8 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

7.800 Karyawan Layak Dapat THR

MAGETAN – Sebanyak 795 perusahaan kini dalam pantauan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Magetan. Sebab, jika hingga H-7 lebaran nanti tidak memberikan tunjangan hari raya (THR) bakal ada sanksi yang diberikan. Itu sesuai dengan surat edaran (SE) Gubernur Jatim 560/10.003/012.3/2019 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2019. ‘’Kami juga diminta untuk membentuk pos komando satuan tugas jika ada pengaduan dari para karyawan,’’ terang Kadisnaker Magetan Suyadi Minggu (12/5).

Dia menambahkan pemberian THR itu juga didasarkan pada PP 78/2015 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja 6/2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja atau Buruh. Sanksinya beragam, tergantung pada tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan. Sanksi paling ringan yakni berupa sanksi administrasi. ‘’Setiap tahun selalu kami sosialisasikan kepada perusahaan agar memenuhi hak karyawan mereka tepat waktu,’’ terangnya.

Dalam SE itu, kata Suyadi, karyawan yang berhak menerima THR tidak terbatas pada minimal masa kerja. Karyawan yang baru memenuhi satu bulan masa kerja pun berhak mendapatkan THR tersebut. Sehingga, SE itu sangat berpihak pada karyawan. Setidaknya, di Magetan terdapat sebanyak 7.800 karyawan yang berhak menerima THR dari ratusan perusahaan. Mulai skala mikro hingga industri. ‘’Kami akan pantau terus pemberian THR ini. Jangan sampai ada (perusahaan, red) yang tidak melaksanakannya,’’ paparnya.

Baca Juga :  Magetan Rawan Kebakaran

Suyadi mengungkapkan untuk besaran THR tergantung kesepakatan antara perusahaan dengan karyawan. Biasanya tertuang dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan (PP) atau perjanjian kerja bersama (PKB). Sehingga, jumlah THR yang diterima karyawan dari satu perusahaan dengan perusahaan lain tidak sama. ‘’Tergantung pada kebiasaan perusahaan setiap menjelang lebaran bagaimana. Karena setiap perusahaan memiliki peraturan sendiri,’’ ungkapnya.

Dijelaskan Suyadi, berkaca pada tahun-tahun sebelumnya semua perusahaan di Magetan tergolong patuh dalam pemberian THR. Sehingga, tidak ada gejolak dengan karyawan karena hak-haknya tak terpenuhi. Kendati demikian, posko satgas tetap akan dioperasionalkan sebagai antisipasi. ‘’Kami tidak ingin lengah, supaya tren positif ini tetap terjaga,’’ ujarnya.

Suyadi menegaskan, kondisi tenaga kerja di Magetan juga terkesan kondusif. Bahkan, dalam peringatan may day lalu, tidak ada demonstrasi seperti di daerah lain. Bahkan, untuk pertama kalinya, di Magetan, may day diperingati dengan jalan santai di sekitaran pabrik gula Rejosari. ‘’Ternyata masyarakat Magetan sudah sangat dewasa. May day, aman,’’ tandasnya. (bel/her)

MAGETAN – Sebanyak 795 perusahaan kini dalam pantauan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Magetan. Sebab, jika hingga H-7 lebaran nanti tidak memberikan tunjangan hari raya (THR) bakal ada sanksi yang diberikan. Itu sesuai dengan surat edaran (SE) Gubernur Jatim 560/10.003/012.3/2019 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2019. ‘’Kami juga diminta untuk membentuk pos komando satuan tugas jika ada pengaduan dari para karyawan,’’ terang Kadisnaker Magetan Suyadi Minggu (12/5).

Dia menambahkan pemberian THR itu juga didasarkan pada PP 78/2015 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja 6/2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja atau Buruh. Sanksinya beragam, tergantung pada tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan. Sanksi paling ringan yakni berupa sanksi administrasi. ‘’Setiap tahun selalu kami sosialisasikan kepada perusahaan agar memenuhi hak karyawan mereka tepat waktu,’’ terangnya.

Dalam SE itu, kata Suyadi, karyawan yang berhak menerima THR tidak terbatas pada minimal masa kerja. Karyawan yang baru memenuhi satu bulan masa kerja pun berhak mendapatkan THR tersebut. Sehingga, SE itu sangat berpihak pada karyawan. Setidaknya, di Magetan terdapat sebanyak 7.800 karyawan yang berhak menerima THR dari ratusan perusahaan. Mulai skala mikro hingga industri. ‘’Kami akan pantau terus pemberian THR ini. Jangan sampai ada (perusahaan, red) yang tidak melaksanakannya,’’ paparnya.

Baca Juga :  Bisnis Menjanjikan, Suyono Pasok Gurami hingga Luar Pulau

Suyadi mengungkapkan untuk besaran THR tergantung kesepakatan antara perusahaan dengan karyawan. Biasanya tertuang dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan (PP) atau perjanjian kerja bersama (PKB). Sehingga, jumlah THR yang diterima karyawan dari satu perusahaan dengan perusahaan lain tidak sama. ‘’Tergantung pada kebiasaan perusahaan setiap menjelang lebaran bagaimana. Karena setiap perusahaan memiliki peraturan sendiri,’’ ungkapnya.

Dijelaskan Suyadi, berkaca pada tahun-tahun sebelumnya semua perusahaan di Magetan tergolong patuh dalam pemberian THR. Sehingga, tidak ada gejolak dengan karyawan karena hak-haknya tak terpenuhi. Kendati demikian, posko satgas tetap akan dioperasionalkan sebagai antisipasi. ‘’Kami tidak ingin lengah, supaya tren positif ini tetap terjaga,’’ ujarnya.

Suyadi menegaskan, kondisi tenaga kerja di Magetan juga terkesan kondusif. Bahkan, dalam peringatan may day lalu, tidak ada demonstrasi seperti di daerah lain. Bahkan, untuk pertama kalinya, di Magetan, may day diperingati dengan jalan santai di sekitaran pabrik gula Rejosari. ‘’Ternyata masyarakat Magetan sudah sangat dewasa. May day, aman,’’ tandasnya. (bel/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/