alexametrics
25.7 C
Madiun
Friday, May 13, 2022

Perempuan Asal Magetan Gelar Resepsi Pernikahan tanpa Mempelai Pria

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Perempuan mana yang tak hancur hatinya bila ditinggal kekasih. Apalagi di hari pernikahan. Kenyataan pahit itulah yang dialami Elora (bukan nama sebenarnya). Dekorasi sudah terpasang dan tamu berdatangan, namun calon suami malah raib bak ditelan bumi.

………………..

KERINGAT tak henti mengucur di kening Elora. Warga Klagen Gambiran, Maospati, itu sudah berdandan cantik dan mengenakan gaun nan menawan. Minggu (8/5) lalu seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi Elora. Dia hendak dipersunting sang pujaan hati.

Namun, hingga tamu undangan berdatangan, tak ada kabar sama sekali dari sang kekasih. ‘’Saya tidak menyangka pernikahan saya gagal seperti ini,’’ kata dara berusia 23 tahun itu kemarin (12/5).

Kebahagiaan yang diimpikan Elora berakhir menjadi tangis pilu. Di hari bahagianya, sang kekasih menghilang tanpa jejak. Kesedihan Elora kian menjadi lantaran tamu undangan terus berdatangan. Tak mau menanggung malu, resepsi tetap dilangsungkan meski tanpa kehadiran mempelai pria. ‘’Saya dan keluarga menanggung malu dengan kejadian ini,’’ ujarnya.

Hingga kemarin Elora mengaku masih tak tahu ke mana perginya sang calon suami. Padahal sebelumnya hubungan keduanya baik-baik saja. Pun tak ada masalah berarti sejak berkenalan enam bulan lalu di tempat kerja yang sama. ‘’Mengurus syarat pernikahan di KUA (kantor urusan agama) juga bersama-sama,’’ kenangnya.

Baca Juga :  Target Panen Padi Magetan Dipatok Naik Jadi 3,97 Juta Kuintal

Menurut Elora, hanya ada satu masalah sebelum hari pernikahannya. Yakni, perubahan mahar dari semula uang tunai Rp 2 juta dan seperangkat perhiasan, menjadi uang tunai Rp 200 ribu dan seperangkat alat salat. ‘’Saya sudah sakit hati, tidak mau menghubungi dia ataupun keluarganya lagi,’’ ungkap Elora.

Keluarga Elora juga menanggung beban biaya yang tak sedikit, sekitar Rp 50 juta. Uang sebanyak itu didapat dari berutang ke sanak famili.

Usai kejadian menyedihkan itu, orang tua calon mempelai pria sempat mendatangi rumah Elora. Sayangnya, keberadaan calon suami Elora tak juga terungkap. Beban finansial keluarga Elora sedikit berkurang usai keluarga pihak calon suami bersedia mengganti biaya akad dan resepsi sebesar 50 persen. ‘’Berkas pernikahan sudah saya cabut. Sampai sekarang masih belum terpikir untuk melapor ke polisi,’’ tuturnya. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Perempuan mana yang tak hancur hatinya bila ditinggal kekasih. Apalagi di hari pernikahan. Kenyataan pahit itulah yang dialami Elora (bukan nama sebenarnya). Dekorasi sudah terpasang dan tamu berdatangan, namun calon suami malah raib bak ditelan bumi.

………………..

KERINGAT tak henti mengucur di kening Elora. Warga Klagen Gambiran, Maospati, itu sudah berdandan cantik dan mengenakan gaun nan menawan. Minggu (8/5) lalu seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi Elora. Dia hendak dipersunting sang pujaan hati.

Namun, hingga tamu undangan berdatangan, tak ada kabar sama sekali dari sang kekasih. ‘’Saya tidak menyangka pernikahan saya gagal seperti ini,’’ kata dara berusia 23 tahun itu kemarin (12/5).

Kebahagiaan yang diimpikan Elora berakhir menjadi tangis pilu. Di hari bahagianya, sang kekasih menghilang tanpa jejak. Kesedihan Elora kian menjadi lantaran tamu undangan terus berdatangan. Tak mau menanggung malu, resepsi tetap dilangsungkan meski tanpa kehadiran mempelai pria. ‘’Saya dan keluarga menanggung malu dengan kejadian ini,’’ ujarnya.

Hingga kemarin Elora mengaku masih tak tahu ke mana perginya sang calon suami. Padahal sebelumnya hubungan keduanya baik-baik saja. Pun tak ada masalah berarti sejak berkenalan enam bulan lalu di tempat kerja yang sama. ‘’Mengurus syarat pernikahan di KUA (kantor urusan agama) juga bersama-sama,’’ kenangnya.

Baca Juga :  Penjualan Pertalite Naik 15 Persen Imbas Revisi Harga Pertamax

Menurut Elora, hanya ada satu masalah sebelum hari pernikahannya. Yakni, perubahan mahar dari semula uang tunai Rp 2 juta dan seperangkat perhiasan, menjadi uang tunai Rp 200 ribu dan seperangkat alat salat. ‘’Saya sudah sakit hati, tidak mau menghubungi dia ataupun keluarganya lagi,’’ ungkap Elora.

Keluarga Elora juga menanggung beban biaya yang tak sedikit, sekitar Rp 50 juta. Uang sebanyak itu didapat dari berutang ke sanak famili.

Usai kejadian menyedihkan itu, orang tua calon mempelai pria sempat mendatangi rumah Elora. Sayangnya, keberadaan calon suami Elora tak juga terungkap. Beban finansial keluarga Elora sedikit berkurang usai keluarga pihak calon suami bersedia mengganti biaya akad dan resepsi sebesar 50 persen. ‘’Berkas pernikahan sudah saya cabut. Sampai sekarang masih belum terpikir untuk melapor ke polisi,’’ tuturnya. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/