alexametrics
23.7 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Sulit Cegat Ternak Luar Daerah Masuk Magetan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pengetatan jual beli hewan ternak tak mudah diterapkan. Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan masih mendapati hewan ternak asal luar daerah di Pasar Hewan Panekan. Kendati pembelian hewan ternak dari luar Magetan dilarang untuk sementara. ‘’Untuk antisipasi persebaran PMK (penyakit mulut dan kuku),’’ kata Kepala Disnakkan Magetan Nur Haryani, Jumat (13/5).

Di Pasar Hewan Panekan ada beberapa ekor sapi yang dibeli dari Tulungagung. Usai dimintai keterangan, para peternak mengaku tak menemui adanya gejala PMK. Namun, petugas tak tinggal diam. Sapi-sapi langsung diperiksa kesehatannya kemarin. ‘’Setelah diperiksa tidak menunjukkan gejala PMK,’’ ujarnya.

Diakui Nur, kebijakan pembatasan ini cukup sulit diterapkan. Sebab, pihaknya tak dapat memantau 24 jam. Pengecekan mobilitas hewan ternak di perbatasan tak sepenuhnya efektif. ‘’Rumah pemotongan hewan juga dilarang menerima hewan ternak dari luar Magetan,’’ tegas Nur.

Baca Juga :  Magetan Kekurangan Alat Pendeteksi Longsor

Beruntung, kemarin petugas tak mendapati seekor pun hewan ternak bergejala PMK di Pasar Hewan Panekan. Puluhan ekor hewan ternak juga diberi suntikan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. ‘’Bila peternak menjumpai gejala-gejala mengarah PMK, segera laporkan kepada kami,’’ pesannya.

Skrining kesehatan ternak bakal terus diintensifkan di seluruh kecamatan. Bila petugas menjumpai hewan ternak bergejala PMK, maka hasil pemeriksaannya langsung dikirim ke laboratorium. Nur juga mengimbau peternak untuk segera mengisolasi ternak bergejala PMK selama 14 hari. ‘’Hewan ternak yang menunjukkan gejala PMK juga tidak boleh dipotong,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pengetatan jual beli hewan ternak tak mudah diterapkan. Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan masih mendapati hewan ternak asal luar daerah di Pasar Hewan Panekan. Kendati pembelian hewan ternak dari luar Magetan dilarang untuk sementara. ‘’Untuk antisipasi persebaran PMK (penyakit mulut dan kuku),’’ kata Kepala Disnakkan Magetan Nur Haryani, Jumat (13/5).

Di Pasar Hewan Panekan ada beberapa ekor sapi yang dibeli dari Tulungagung. Usai dimintai keterangan, para peternak mengaku tak menemui adanya gejala PMK. Namun, petugas tak tinggal diam. Sapi-sapi langsung diperiksa kesehatannya kemarin. ‘’Setelah diperiksa tidak menunjukkan gejala PMK,’’ ujarnya.

Diakui Nur, kebijakan pembatasan ini cukup sulit diterapkan. Sebab, pihaknya tak dapat memantau 24 jam. Pengecekan mobilitas hewan ternak di perbatasan tak sepenuhnya efektif. ‘’Rumah pemotongan hewan juga dilarang menerima hewan ternak dari luar Magetan,’’ tegas Nur.

Baca Juga :  Perubahan Jalur Menuju Sarangan Diyakini Dongkrak Ekonomi Daerah

Beruntung, kemarin petugas tak mendapati seekor pun hewan ternak bergejala PMK di Pasar Hewan Panekan. Puluhan ekor hewan ternak juga diberi suntikan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. ‘’Bila peternak menjumpai gejala-gejala mengarah PMK, segera laporkan kepada kami,’’ pesannya.

Skrining kesehatan ternak bakal terus diintensifkan di seluruh kecamatan. Bila petugas menjumpai hewan ternak bergejala PMK, maka hasil pemeriksaannya langsung dikirim ke laboratorium. Nur juga mengimbau peternak untuk segera mengisolasi ternak bergejala PMK selama 14 hari. ‘’Hewan ternak yang menunjukkan gejala PMK juga tidak boleh dipotong,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/