alexametrics
29.7 C
Madiun
Friday, May 13, 2022

Bahaya Bakteri Salmonella Bisa Picu Gangguan Saluran Pencernaan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Langkah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang meminta produk Kinder Joy ditarik dari pasaran terbilang tepat. Pasalnya, kudapan cokelat dengan kemasan berbentuk telur itu diduga terkontaminasi bakteri Salmonella. ‘’Biang masalah di saluran pencernaan,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan Rohmat Hidayat, Kamis (14/4).

Keputusan BPOM tersebut mendasari laporan Food Standard Agency (FSA) Inggris yang melaporkan adanya dugaan kontaminasi Salmonella pada produk Kinder Joy. Dalam laporannya, FSA menerangkan bahwa sejumlah anak di Eropa mengalami gejala demam, diare, dan keram perut usai mengonsumsi Kinder Joy. ‘’Bakteri Salmonella tidak boleh disepelekan,’’ ujarnya.

Rohmat cukup terkejut mendapati dugaan bakteri Salmonella ada di jajanan berkemasan. Sebab, umumnya bakteri tersebut rentan hinggap di makanan bertekstur basah. ‘’Makanan yang kurang higienis juga memicu paparan bakteri tersebut,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Ponpes Baitul Quran Al Jahra Magetan Wisuda 53 Santri

Bakteri Salmonella rentan menyebabkan demam, mual, muntah, serta diare dan sembelit. Umumnya, gejala akan dapat dirasakan satu hari pasca terpapar bakteri. Rohmat mewanti-wanti warga untuk tidak menganggap enteng paparan bakteri ini. Bila mendapati gejala-gejala di atas, pihaknya mengimbau untuk segera berobat. ‘’Meskipun tidak mematikan, tapi membutuhkan penanganan yang tepat,’’ tegasnya. (tr3/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Langkah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang meminta produk Kinder Joy ditarik dari pasaran terbilang tepat. Pasalnya, kudapan cokelat dengan kemasan berbentuk telur itu diduga terkontaminasi bakteri Salmonella. ‘’Biang masalah di saluran pencernaan,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan Rohmat Hidayat, Kamis (14/4).

Keputusan BPOM tersebut mendasari laporan Food Standard Agency (FSA) Inggris yang melaporkan adanya dugaan kontaminasi Salmonella pada produk Kinder Joy. Dalam laporannya, FSA menerangkan bahwa sejumlah anak di Eropa mengalami gejala demam, diare, dan keram perut usai mengonsumsi Kinder Joy. ‘’Bakteri Salmonella tidak boleh disepelekan,’’ ujarnya.

Rohmat cukup terkejut mendapati dugaan bakteri Salmonella ada di jajanan berkemasan. Sebab, umumnya bakteri tersebut rentan hinggap di makanan bertekstur basah. ‘’Makanan yang kurang higienis juga memicu paparan bakteri tersebut,’’ jelasnya.

Baca Juga :  BNPB Awasi Rencana Penataan Ruang Daerah

Bakteri Salmonella rentan menyebabkan demam, mual, muntah, serta diare dan sembelit. Umumnya, gejala akan dapat dirasakan satu hari pasca terpapar bakteri. Rohmat mewanti-wanti warga untuk tidak menganggap enteng paparan bakteri ini. Bila mendapati gejala-gejala di atas, pihaknya mengimbau untuk segera berobat. ‘’Meskipun tidak mematikan, tapi membutuhkan penanganan yang tepat,’’ tegasnya. (tr3/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/