alexametrics
24.4 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Dua Rumah Potong Hewan Magetan Belum Dicap Halal

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Dua rumah potong hewan (RPH) di Magetan rupanya belum mengantongi sertifikat halal. Dari tiga RPH, baru satu yang diperbolehkan memajang cap halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). ‘’Baru RPH di Jalan Samudra yang sudah bersertifikat halal,’’ kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (DPP) Nur Haryani, Senin (14/6).

Dua dari ketiga RPH merupakan aset pemkab. Satu lainnya usaha milik perorangan. Selain di Jalan Samudra, pemkab juga memiliki RPH di Pasar Plaosan. Namun, RPH di Jalan Samudra lebih diistimewakan. RPH tersebut dibekali peralatan untuk bisa menghasilkan daging yang halal, sehingga dapat mengantongi cap dari MUI. ‘’RPH Pasar Plaosan belum didaftarkan,’’ sebutnya.

Baca Juga :  UMK Ponorogo Terendah di Jatim

Selain peralatan, RPH halal juga harus memiliki penjagal bersertifikat. Menurut Nur, jumlah penjagal bersertifikat yang minim di Magetan menjadi salah satu alasan mengapa RPH Pasar Plaosan urung didaftarkan ke MUI. ‘’Kami tetap upayakan,’’ ujarnya.

Meski belum mengantongi sertifikat halal, RPH Pasar Plaosan tetap beroperasi. Sambil jalan, DPP berupaya memberi perhatian lebih terhadap RPH tersebut. Selain peralatan untuk memenuhi syarat halal, RPH Pasar Plaosan rencananya juga akan dibekali sistem instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) sama seperti RPH di Jalan Samudra. ‘’Pengembangan RPH Pasar Plaosan dimulai dari IPAL dulu,’’ terang Nur. (fat/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Dua rumah potong hewan (RPH) di Magetan rupanya belum mengantongi sertifikat halal. Dari tiga RPH, baru satu yang diperbolehkan memajang cap halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). ‘’Baru RPH di Jalan Samudra yang sudah bersertifikat halal,’’ kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (DPP) Nur Haryani, Senin (14/6).

Dua dari ketiga RPH merupakan aset pemkab. Satu lainnya usaha milik perorangan. Selain di Jalan Samudra, pemkab juga memiliki RPH di Pasar Plaosan. Namun, RPH di Jalan Samudra lebih diistimewakan. RPH tersebut dibekali peralatan untuk bisa menghasilkan daging yang halal, sehingga dapat mengantongi cap dari MUI. ‘’RPH Pasar Plaosan belum didaftarkan,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Revitalisasi Jalur ke Puncak Lawu via Ngiliran

Selain peralatan, RPH halal juga harus memiliki penjagal bersertifikat. Menurut Nur, jumlah penjagal bersertifikat yang minim di Magetan menjadi salah satu alasan mengapa RPH Pasar Plaosan urung didaftarkan ke MUI. ‘’Kami tetap upayakan,’’ ujarnya.

Meski belum mengantongi sertifikat halal, RPH Pasar Plaosan tetap beroperasi. Sambil jalan, DPP berupaya memberi perhatian lebih terhadap RPH tersebut. Selain peralatan untuk memenuhi syarat halal, RPH Pasar Plaosan rencananya juga akan dibekali sistem instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) sama seperti RPH di Jalan Samudra. ‘’Pengembangan RPH Pasar Plaosan dimulai dari IPAL dulu,’’ terang Nur. (fat/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/