alexametrics
25.6 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Ratusan Cagar Budaya Magetan Belum Dikelola Maksimal

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Peninggalan-peninggalan bersejarah purbakala tersebar di sejumlah wilayah Magetan. Catatan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jawa Timur, di Magetan terdapat sedikitnya 173 cagar budaya. Meliputi benda, bangunan, struktur, dan  situs.

Sayangnya, mayoritas belum dikembangkan sebagai objek wisata. Sejauh ini hanya Petirtaan Dewi Sri di Simbatan Wetan, Simbatan, Nguntoronadi, yang cukup banyak mendapat kunjungan warga. ‘’Itu pun hanya di bulan-bulan tertentu,’’ kata Edi Triharyantoro dari TACB Jawa Timur.

Pertirtaan Dewi Sri selama ini hanya ramai saat ada gelaran festival budaya setahun sekali. Situs sejarah lain seperti Candi Sadon tidak jauh berbeda, hanya dikunjungi komunitas sejarah dan kepentingan dinas. ‘’Sudah lama tercatat, tapi belum ada yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekitar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tabrakan Beruntun di Jalan Raya Takeran, Seorang Pengendara Motor Tewas

Edi menuturkan, di Magetan terdapat dua bangunan yang termasuk cagar budaya. Yakni, masjid kuno di Desa Tamanarum, Parang, dan Kelenteng Ahn Hien Bio di Jalan Raya Maospati. Namun, selama ini sekadar dimanfaatkan untuk acara keagamaan. Padahal, kedua tempat itu juga bisa dimanfaatkan sebagai objek wisata religi.

Dia menambahkan, sebanyak 173 cagar budaya di Magetan tersebut bisa dijadikan satu paket wisata minat khusus. ‘’Warga sekitar harus mengenalkan tempat lain agar dikunjungi juga. Tidak hanya membesarkan nama cagar budaya di daerahnya sendiri,” katanya. (fat/c1/isd)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Peninggalan-peninggalan bersejarah purbakala tersebar di sejumlah wilayah Magetan. Catatan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jawa Timur, di Magetan terdapat sedikitnya 173 cagar budaya. Meliputi benda, bangunan, struktur, dan  situs.

Sayangnya, mayoritas belum dikembangkan sebagai objek wisata. Sejauh ini hanya Petirtaan Dewi Sri di Simbatan Wetan, Simbatan, Nguntoronadi, yang cukup banyak mendapat kunjungan warga. ‘’Itu pun hanya di bulan-bulan tertentu,’’ kata Edi Triharyantoro dari TACB Jawa Timur.

Pertirtaan Dewi Sri selama ini hanya ramai saat ada gelaran festival budaya setahun sekali. Situs sejarah lain seperti Candi Sadon tidak jauh berbeda, hanya dikunjungi komunitas sejarah dan kepentingan dinas. ‘’Sudah lama tercatat, tapi belum ada yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekitar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Progres Vaksinasi Booster di Magetan Rendah

Edi menuturkan, di Magetan terdapat dua bangunan yang termasuk cagar budaya. Yakni, masjid kuno di Desa Tamanarum, Parang, dan Kelenteng Ahn Hien Bio di Jalan Raya Maospati. Namun, selama ini sekadar dimanfaatkan untuk acara keagamaan. Padahal, kedua tempat itu juga bisa dimanfaatkan sebagai objek wisata religi.

Dia menambahkan, sebanyak 173 cagar budaya di Magetan tersebut bisa dijadikan satu paket wisata minat khusus. ‘’Warga sekitar harus mengenalkan tempat lain agar dikunjungi juga. Tidak hanya membesarkan nama cagar budaya di daerahnya sendiri,” katanya. (fat/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/