alexametrics
24.8 C
Madiun
Monday, July 4, 2022

Awal Tahun Pemkab Gelar Seleksi 10 Jabatan

MAGETAN – Pemkab punya gawe besar awal tahun ini. Seleksi terbuka jabatan eselon II bakal segera digeber. Setidaknya ada 10 kursi pejabat yang kini kosong dan menanti tuannya itu. ’’Pansel (panitia seleksi) sudah kami bentuk,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan Bambang Trianto (BT).

Tak cukup hanya dengan membentuk pansel. Restu dari komisi aparatur sipil negara (KASN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga harus dikantongi untuk menggelar seleksi terbuka tersebut. Sebelum ada restu dari pemerintah pusat, BT tidak akan membuka pengumuman seleksi terbuka itu. Lalu, kapan restu tersebut akan diberikan? ’’Tidak perlu menunggu lama, kalau izin dari KASN dan Kemendagri terbit, langsung action,’’ ujarnya.

Izin dari KASN dan Kemendagri itu, diakui BT, bukan lantaran aturan main dalam UU 10/2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah. Di mana, dalam rentang waktu enam bulan pasca pelantikan, bupati tidak diperkenankan melakukan pergantian pejabat. Namun, untuk memulai seleksi terbuka memang harus sepengetahuan KASN dan Kemendagri. ’’Aturannya memang seperti itu. Setelah ada izin, baru ada tindak lanjut,’’ tuturnya.

Sedangkan untuk melantik pejabat yang nantinya lolos seleksi, BT yakin tidak perlu mendapatkan rekomendasi dari Kemendagri seperti pelantikan pada akhir 2018 lalu. Sebab, jika menengok pelantikan Bupati Magetan Suprawoto pada 24 September lalu, masa enam bulan pelarangan pergantian pejabat berakhir pada Maret mendatang. Besar kemungkinan, tahapan seleksi terbuka itu masih belum kelar. Sehingga, untuk melantiknya Suprawoto akan lebih leluasa. ’’Pelantikannya nanti langsung. Sudah enam bulan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Kaji Mbing Evaluasi Kebijakan One Gate System

Dari sepuluh kursi eselon II yang kosong, tujuh di antaranya dijabat oleh pelaksana tugas (Plt). Sedangkan jabatan asisten ekonomi dan pembangunan; asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat; dan staf ahli bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan dibiarkan kosong begitu saja. Terakhir adalah Suko Winardi yang meninggalkan kursi kepala badan kepegawaian daerah (BKD). Di mana kini BKD untuk sementara waktu dinakhodai oleh pelaksana tugas (Plt) Rahmad Edy (asisten administrasi dan umum).

Seleksi terbuka itu juga untuk mengisi jabatan yang sejatinya sudah pernah diadakan seleksi terbuka sejak 2017 lalu. Namun, karena terkendala aturan, di masa awal Suprawoto menjabat, nama-nama yang sudah diajukan untuk diadakan pelantikan itu harus di-drop. Yakni, dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim), dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag), sekretariat dewan (setwan), dan asisten ekonomi dan pembangunan. ‘’Lebih baik kosong daripada diisi oleh yang tidak berkompeten,’’ terang Bupati Magetan Suprawoto. (bel/c1/ota)

MAGETAN – Pemkab punya gawe besar awal tahun ini. Seleksi terbuka jabatan eselon II bakal segera digeber. Setidaknya ada 10 kursi pejabat yang kini kosong dan menanti tuannya itu. ’’Pansel (panitia seleksi) sudah kami bentuk,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan Bambang Trianto (BT).

Tak cukup hanya dengan membentuk pansel. Restu dari komisi aparatur sipil negara (KASN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga harus dikantongi untuk menggelar seleksi terbuka tersebut. Sebelum ada restu dari pemerintah pusat, BT tidak akan membuka pengumuman seleksi terbuka itu. Lalu, kapan restu tersebut akan diberikan? ’’Tidak perlu menunggu lama, kalau izin dari KASN dan Kemendagri terbit, langsung action,’’ ujarnya.

Izin dari KASN dan Kemendagri itu, diakui BT, bukan lantaran aturan main dalam UU 10/2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah. Di mana, dalam rentang waktu enam bulan pasca pelantikan, bupati tidak diperkenankan melakukan pergantian pejabat. Namun, untuk memulai seleksi terbuka memang harus sepengetahuan KASN dan Kemendagri. ’’Aturannya memang seperti itu. Setelah ada izin, baru ada tindak lanjut,’’ tuturnya.

Sedangkan untuk melantik pejabat yang nantinya lolos seleksi, BT yakin tidak perlu mendapatkan rekomendasi dari Kemendagri seperti pelantikan pada akhir 2018 lalu. Sebab, jika menengok pelantikan Bupati Magetan Suprawoto pada 24 September lalu, masa enam bulan pelarangan pergantian pejabat berakhir pada Maret mendatang. Besar kemungkinan, tahapan seleksi terbuka itu masih belum kelar. Sehingga, untuk melantiknya Suprawoto akan lebih leluasa. ’’Pelantikannya nanti langsung. Sudah enam bulan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Beli Mobil Dinas, Dua Unit Luxio, Rogoh Rp 386 Juta

Dari sepuluh kursi eselon II yang kosong, tujuh di antaranya dijabat oleh pelaksana tugas (Plt). Sedangkan jabatan asisten ekonomi dan pembangunan; asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat; dan staf ahli bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan dibiarkan kosong begitu saja. Terakhir adalah Suko Winardi yang meninggalkan kursi kepala badan kepegawaian daerah (BKD). Di mana kini BKD untuk sementara waktu dinakhodai oleh pelaksana tugas (Plt) Rahmad Edy (asisten administrasi dan umum).

Seleksi terbuka itu juga untuk mengisi jabatan yang sejatinya sudah pernah diadakan seleksi terbuka sejak 2017 lalu. Namun, karena terkendala aturan, di masa awal Suprawoto menjabat, nama-nama yang sudah diajukan untuk diadakan pelantikan itu harus di-drop. Yakni, dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim), dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag), sekretariat dewan (setwan), dan asisten ekonomi dan pembangunan. ‘’Lebih baik kosong daripada diisi oleh yang tidak berkompeten,’’ terang Bupati Magetan Suprawoto. (bel/c1/ota)

Most Read

Artikel Terbaru

/