alexametrics
28.9 C
Madiun
Friday, July 1, 2022

Sulap Wajah Hutan Jelok, DLH Siapkan Duit Miliaran

MAGETAN – Hutan Jelok di Bulukerto bakal di-face off. Kawasan itu bakal menjadi pilot project hutan kota tematik yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan. Sesuai rencana bakal diproyeksikan untuk taman rekreasi keluarga. ’’Progres final tahun 2020. Awal tahun ini fokus pembersihan hutan,’’ kata Kepala DLH Magetan Saif Muchlissun.

Beragam fasilitas olahraga juga bakal ditambahkan di hutan tersebut. Dipastikan tampilannya akan berubah 180 derajat dari sekarang. Tahun ini, rumput di hutan itu akan dipangkas secara berkala. Pohon yang sudah mati bakal diganti baru. Sehingga, tampilannya tidak terkesan kumuh seperti yang terlihat selama ini. Tahun ini pula bakal dibuat detail engineering design (DED) face-off hutan kota tersebut. Namun, masih menunggu pada perubahan anggaran keuangan (PAK) 2019 mendatang. ’’Karena ini kan pilot project, jadi akan ada percepatan,’’ ujar Muchlis.

Dipilihnya hutan Jelok sebagai pilot project itu bukan tanpa alasan. Salah satunya karena lokasi hutan paling dekat dengan permukiman penduduk. Yakni, berada di Jalan Kawi. Sisi kanan dan kiri hutan merupakan perumahan. Keberhasilan penerapan hutan kota yang menjadi rekreasi bakal diadopsi pada hutan kota lainnya. Mengingat masih ada 11 hutan kota lain yang rencananya bakal ditambahi fungsinya. ’’Bertahap, satu per satu hutan kota kami selesaikan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  BPBD Bangun Sistem Peringatan Dini di Kali Ulo

Muchlis masih belum mengetahui kebutuhan pasti untuk menyulap hutan kota tersebut. Pastinya menelan anggaran hingga miliaran rupiah. Mengingat banyak pernak-pernik yang bakal ditambahkan. Hijaunya hutan nantinya juga bakal dimanfaatkan untuk memelihara rusa. Bupati Magetan Suprawoto sudah berkomunikasi dengan Danlanud Iswahjudi untuk menempatkan beberapa rusa di sana. ’’Jumlah pastinya belum tahu berapa. Kami harus buat kandang dulu,’’ ungkapnya.

Sedangkan sarana olahraga yang akan dibangun yakni jogging track. Agar masyarakat memiliki aktivitas olahraga yang beragam, juga bakal ditambahkan arena panjat tebing. Para remaja dapat menggunakannya untuk mengasah bakat. Mengingat selama ini para remaja di Magetan kekurangan fasilitas untuk memunculkan bakat mereka. Selain itu, untuk sekadar mengisi waktu luang. ’’Rekreasinya dapat, olahraganya juga dapat,’’ ujarnya.

Namun, ada masalah yang harus diselesaikan Muchlis dalam menyulap hutan kota tersebut. Yakni, adanya genangan air pada sisi selatan hutan. Harus dibuat penampungan agar genangan air itu tidak membuat jelek tampilan hutan. Juga tidak menjadi biang berkembangnya nyamuk Aedes aegypti. Sedangkan pada sisi barat hutan bakal dijadikan kolam pemancingan. Sehingga, orang tua yang menunggui anaknya olahraga juga bisa beraktivitas. ‘’Namanya saja rekreasi keluarga. Semua akan mendapatkan fasilitas,’’ tuturnya. (bel/c1/ota)

MAGETAN – Hutan Jelok di Bulukerto bakal di-face off. Kawasan itu bakal menjadi pilot project hutan kota tematik yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan. Sesuai rencana bakal diproyeksikan untuk taman rekreasi keluarga. ’’Progres final tahun 2020. Awal tahun ini fokus pembersihan hutan,’’ kata Kepala DLH Magetan Saif Muchlissun.

Beragam fasilitas olahraga juga bakal ditambahkan di hutan tersebut. Dipastikan tampilannya akan berubah 180 derajat dari sekarang. Tahun ini, rumput di hutan itu akan dipangkas secara berkala. Pohon yang sudah mati bakal diganti baru. Sehingga, tampilannya tidak terkesan kumuh seperti yang terlihat selama ini. Tahun ini pula bakal dibuat detail engineering design (DED) face-off hutan kota tersebut. Namun, masih menunggu pada perubahan anggaran keuangan (PAK) 2019 mendatang. ’’Karena ini kan pilot project, jadi akan ada percepatan,’’ ujar Muchlis.

Dipilihnya hutan Jelok sebagai pilot project itu bukan tanpa alasan. Salah satunya karena lokasi hutan paling dekat dengan permukiman penduduk. Yakni, berada di Jalan Kawi. Sisi kanan dan kiri hutan merupakan perumahan. Keberhasilan penerapan hutan kota yang menjadi rekreasi bakal diadopsi pada hutan kota lainnya. Mengingat masih ada 11 hutan kota lain yang rencananya bakal ditambahi fungsinya. ’’Bertahap, satu per satu hutan kota kami selesaikan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Erdila Kristy Larasaty Terpaksa Resign demi Tuntaskan Novel Kedua

Muchlis masih belum mengetahui kebutuhan pasti untuk menyulap hutan kota tersebut. Pastinya menelan anggaran hingga miliaran rupiah. Mengingat banyak pernak-pernik yang bakal ditambahkan. Hijaunya hutan nantinya juga bakal dimanfaatkan untuk memelihara rusa. Bupati Magetan Suprawoto sudah berkomunikasi dengan Danlanud Iswahjudi untuk menempatkan beberapa rusa di sana. ’’Jumlah pastinya belum tahu berapa. Kami harus buat kandang dulu,’’ ungkapnya.

Sedangkan sarana olahraga yang akan dibangun yakni jogging track. Agar masyarakat memiliki aktivitas olahraga yang beragam, juga bakal ditambahkan arena panjat tebing. Para remaja dapat menggunakannya untuk mengasah bakat. Mengingat selama ini para remaja di Magetan kekurangan fasilitas untuk memunculkan bakat mereka. Selain itu, untuk sekadar mengisi waktu luang. ’’Rekreasinya dapat, olahraganya juga dapat,’’ ujarnya.

Namun, ada masalah yang harus diselesaikan Muchlis dalam menyulap hutan kota tersebut. Yakni, adanya genangan air pada sisi selatan hutan. Harus dibuat penampungan agar genangan air itu tidak membuat jelek tampilan hutan. Juga tidak menjadi biang berkembangnya nyamuk Aedes aegypti. Sedangkan pada sisi barat hutan bakal dijadikan kolam pemancingan. Sehingga, orang tua yang menunggui anaknya olahraga juga bisa beraktivitas. ‘’Namanya saja rekreasi keluarga. Semua akan mendapatkan fasilitas,’’ tuturnya. (bel/c1/ota)

Most Read

Artikel Terbaru

/