alexametrics
23.8 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Cegah Hepatitis Misterius, Pemkab Magetan Imbau Siswa dan Guru Terapkan PHBS

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Persebaran hepatitis akut perlu diwaspadai. Termasuk risiko penularan di sekolah-sekolah. Pasalnya, anak di bawah 16 tahun paling rentan terpapar penyakit yang masih misterius tersebut. ‘’Kami sudah meminta seluruh sekolah menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat),’’ kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Magetan Suwata, Minggu (15/5).

Suwata menerangkan, persebaran hepatitis akut tidak mengubah kegiatan belajar-mengajar (KBM) di Magetan. Sampai saat ini pihaknya tetap menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) seratus persen. Acuannya status PPKM Magetan yang berada di level 1.

Namun, bukan berarti hepatitis akut dapat dianggap remeh. Buktinya, penyakit itu sudah menelan korban di Indonesia. Suwata mengimbau warga sekolah untuk menjaga kebersihan. ‘’Kalau di sekolah sudah dibiasakan, harapannya anak-anak melakukan hal yang sama di rumah,’’ tuturnya.

Baca Juga :  BPBD Perpanjang Status Siaga Bencana

Selain itu, siswa diimbau untuk membawa bekal dari rumah dan mengurangi jajan di sekolah. Orang tua diharapkan lebih peduli dengan menyiapkan bekal anak. Pun sekolah diminta lebih ketat dalam mengawasi makanan di kantin. Tak lupa tetap disiplin protokol kesehatan. Yakni, dengan mengenakan masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan. ‘’Kebiasaan PHBS yang sudah diterapkan di sekolah juga perlu dilakukan di rumah,’’ pesan Suwata. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Persebaran hepatitis akut perlu diwaspadai. Termasuk risiko penularan di sekolah-sekolah. Pasalnya, anak di bawah 16 tahun paling rentan terpapar penyakit yang masih misterius tersebut. ‘’Kami sudah meminta seluruh sekolah menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat),’’ kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Magetan Suwata, Minggu (15/5).

Suwata menerangkan, persebaran hepatitis akut tidak mengubah kegiatan belajar-mengajar (KBM) di Magetan. Sampai saat ini pihaknya tetap menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) seratus persen. Acuannya status PPKM Magetan yang berada di level 1.

Namun, bukan berarti hepatitis akut dapat dianggap remeh. Buktinya, penyakit itu sudah menelan korban di Indonesia. Suwata mengimbau warga sekolah untuk menjaga kebersihan. ‘’Kalau di sekolah sudah dibiasakan, harapannya anak-anak melakukan hal yang sama di rumah,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Libur Lebaran, Pemkab Magetan Raup Rp 1,3 Miliar dari Wisatawan Telaga Sarangan

Selain itu, siswa diimbau untuk membawa bekal dari rumah dan mengurangi jajan di sekolah. Orang tua diharapkan lebih peduli dengan menyiapkan bekal anak. Pun sekolah diminta lebih ketat dalam mengawasi makanan di kantin. Tak lupa tetap disiplin protokol kesehatan. Yakni, dengan mengenakan masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan. ‘’Kebiasaan PHBS yang sudah diterapkan di sekolah juga perlu dilakukan di rumah,’’ pesan Suwata. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/