alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

Kasus Baru Korona Diprediksi Melonjak H+25 Lebaran

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Fokus para tenaga kesehatan (nakes) kembali ke penanganan Covid-19. Usai libur panjang Lebaran, dikhawatirkan muncul lonjakan kasus korona di Magetan. ‘’Terlebih Magetan merupakan daerah tujuan mudik dan berlibur,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan Rohmat Hidayat, Minggu (15/5).

Rohmat cukup lega menyikapi data-data terkini situasi pandemi di daerahnya. Mulai 1 hingga 12 Mei lalu, hanya ada tambahan enam kasus konfirmasi. Angka positivity rate juga di bawah 0,5 persen. ‘’Kenaikan mobilitas memang sangat signifikan. Tapi, risiko persebaran berhasil ditekan berkat masifnya vaksinasi,’’ ujarnya.

Namun demikian, nakes diminta tak berleha-leha. Pasalnya, ada kecenderungan kasus konfirmasi melonjak mulai dua pekan sejak mobilitas warga meningkat. Itu sesuai dengan masa inkubasi virus. ‘’Kemenkes memprediksi lonjakan kasus terjadi H+25 Lebaran,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Lembeyan Jadi Wilayah Terbanyak Pemasok Pekerja Migran Asal Magetan

Mengantisipasi risiko tersebut, Rohmat telah meminta nakes untuk meningkatkan rasio tracing dan testing. Semakin cepat diketahui ada warga yang terpapar, maka penanganan dapat segera dilakukan. Dengan begitu, potensi persebaran korona bisa lebih ditekan. ‘’Disiplin protokol kesehatan jangan sampai lengah,’’ pesan Rohmat. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Fokus para tenaga kesehatan (nakes) kembali ke penanganan Covid-19. Usai libur panjang Lebaran, dikhawatirkan muncul lonjakan kasus korona di Magetan. ‘’Terlebih Magetan merupakan daerah tujuan mudik dan berlibur,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan Rohmat Hidayat, Minggu (15/5).

Rohmat cukup lega menyikapi data-data terkini situasi pandemi di daerahnya. Mulai 1 hingga 12 Mei lalu, hanya ada tambahan enam kasus konfirmasi. Angka positivity rate juga di bawah 0,5 persen. ‘’Kenaikan mobilitas memang sangat signifikan. Tapi, risiko persebaran berhasil ditekan berkat masifnya vaksinasi,’’ ujarnya.

Namun demikian, nakes diminta tak berleha-leha. Pasalnya, ada kecenderungan kasus konfirmasi melonjak mulai dua pekan sejak mobilitas warga meningkat. Itu sesuai dengan masa inkubasi virus. ‘’Kemenkes memprediksi lonjakan kasus terjadi H+25 Lebaran,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Gerai Vaksin Sumber Wangi Diperpanjang hingga 22 April

Mengantisipasi risiko tersebut, Rohmat telah meminta nakes untuk meningkatkan rasio tracing dan testing. Semakin cepat diketahui ada warga yang terpapar, maka penanganan dapat segera dilakukan. Dengan begitu, potensi persebaran korona bisa lebih ditekan. ‘’Disiplin protokol kesehatan jangan sampai lengah,’’ pesan Rohmat. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/