alexametrics
23.8 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Produk UMKM Kulit Tak Masuk Rencana Belanja Pemkab Magetan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kulit di Magetan hanya bisa ngaplo. Sebagaimana diketahui, pemerintah pusat telah meminta daerah menggenjot penggunaan produk dalam negeri dan UMKM. Sayangnya, produk UMKM kulit tak masuk rencana belanja Pemkab Magetan. ‘’Produk kulit memang belum masuk rencana,’’ kata Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Magetan Dyah Muharini, Minggu (15/5).

Dyah menjelaskan, perintah meningkatkan belanja dalam negeri dan UMKM tertuang dalam Inpres 2/2022. Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, daerah wajib mengalokasikan minimal 40 persen belanja daerah untuk produk dalam negeri dan UMKM.

Inpres tersebut telah ditindaklanjuti Pemkab Magetan dengan menyusun sepuluh draf etalase untuk belanja tahun ini. Sepuluh etalase tersebut meliputi kategori bahan pokok, alat tulis kantor, material, beton, pakaian dinas, jasa kebersihan, jasa keamanan, jasa makan dan minum, serta servis kendaraan. ‘’Tapi, ini masih belum final,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Ingin Berlebaran, Mbok Yem Turun dari Puncak Lawu dengan Ditandu

Dyah menyampaikan, sepuluh draf tersebut merupakan item-item yang disarankan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Produk unggulan khas Magetan seperti kerajinan kulit bisa saja diusulkan masuk ke etalase. ‘’Bila ada produk UMKM Magetan yang belum terwakili, bisa mengajukan kepada kami untuk ditambahkan di etalase,’’ ujarnya. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kulit di Magetan hanya bisa ngaplo. Sebagaimana diketahui, pemerintah pusat telah meminta daerah menggenjot penggunaan produk dalam negeri dan UMKM. Sayangnya, produk UMKM kulit tak masuk rencana belanja Pemkab Magetan. ‘’Produk kulit memang belum masuk rencana,’’ kata Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Magetan Dyah Muharini, Minggu (15/5).

Dyah menjelaskan, perintah meningkatkan belanja dalam negeri dan UMKM tertuang dalam Inpres 2/2022. Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, daerah wajib mengalokasikan minimal 40 persen belanja daerah untuk produk dalam negeri dan UMKM.

Inpres tersebut telah ditindaklanjuti Pemkab Magetan dengan menyusun sepuluh draf etalase untuk belanja tahun ini. Sepuluh etalase tersebut meliputi kategori bahan pokok, alat tulis kantor, material, beton, pakaian dinas, jasa kebersihan, jasa keamanan, jasa makan dan minum, serta servis kendaraan. ‘’Tapi, ini masih belum final,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pengembangan Situs Terkendala Lahan, Arca Dewi Sri Berada di Tanah Milik Pemprov Jatim

Dyah menyampaikan, sepuluh draf tersebut merupakan item-item yang disarankan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Produk unggulan khas Magetan seperti kerajinan kulit bisa saja diusulkan masuk ke etalase. ‘’Bila ada produk UMKM Magetan yang belum terwakili, bisa mengajukan kepada kami untuk ditambahkan di etalase,’’ ujarnya. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/