alexametrics
27.3 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Boleh Pelesir asal Sudah Vaksin

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Boleh-boleh saja berwisata ke Magetan. Tapi, khusus bagi Anda yang telah disuntik vaksin Covid-19. Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Natal dan tahun baru (Nataru) 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022, wisatawan wajib menunjukkan bukti telah menjalani imunisasi korona minimal dosis pertama. ‘’Jika tidak, dilarang masuk. Berlaku di seluruh objek wisata,’’ kata Kabid Pariwisata Disparbud Magetan Eka Radityo, Rabu (15/12).

Calon wisatawan, lanjut Eka, wajib memindai QR code aplikasi PeduliLindungi ketika hendak memasuki objek wisata. Di aplikasi tersebut bisa terlihat status korona para wisatawan. Dalam aturan main PPKM Nataru juga termaktub ketentuan pembatasan kapasitas yang baru. Yakni, 75 persen kapasitas di seluruh objek wisata. ‘’Kami mengikuti ketentuan pusat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Camat Ingin Pembacok Pipa dan Pencuri Air Dihukum

Untuk memastikan risiko penularan korona di objek wisata dapat ditekan, satgas bakal menggelar tes cepat secara acak terhadap para wisatawan. Skrining masif yang diterapkan secara sampling itu dapat menjadi tolok ukur melihat kondisi di setiap objek wisata. ‘’Seluruh objek wisata harus mematuhi, termasuk yang dikelola desa maupun pihak ketiga,’’ imbuh Kepala Disparbud Joko Trihono.

Joko menambahkan, belakangan juga muncul wacana menerapkan sistem ganjil genap bagi seluruh kendaraan di Magetan selama Nataru. Hal itu dimaksudkan untuk menekan tingkat mobilitas yang diprediksi bakal meroket. Mengingat Magetan merupakan daerah tujuan wisata. ‘’Kami ingin situasi pandemi terkendali. Tapi, di sisi lain, pemulihan ekonomi harus tetap berjalan,’’ tegasnya. (mg5/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Boleh-boleh saja berwisata ke Magetan. Tapi, khusus bagi Anda yang telah disuntik vaksin Covid-19. Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Natal dan tahun baru (Nataru) 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022, wisatawan wajib menunjukkan bukti telah menjalani imunisasi korona minimal dosis pertama. ‘’Jika tidak, dilarang masuk. Berlaku di seluruh objek wisata,’’ kata Kabid Pariwisata Disparbud Magetan Eka Radityo, Rabu (15/12).

Calon wisatawan, lanjut Eka, wajib memindai QR code aplikasi PeduliLindungi ketika hendak memasuki objek wisata. Di aplikasi tersebut bisa terlihat status korona para wisatawan. Dalam aturan main PPKM Nataru juga termaktub ketentuan pembatasan kapasitas yang baru. Yakni, 75 persen kapasitas di seluruh objek wisata. ‘’Kami mengikuti ketentuan pusat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Efek Uji Coba Searah di Jalan Jambu, Tekan Risiko Laka Lantas 100 Persen

Untuk memastikan risiko penularan korona di objek wisata dapat ditekan, satgas bakal menggelar tes cepat secara acak terhadap para wisatawan. Skrining masif yang diterapkan secara sampling itu dapat menjadi tolok ukur melihat kondisi di setiap objek wisata. ‘’Seluruh objek wisata harus mematuhi, termasuk yang dikelola desa maupun pihak ketiga,’’ imbuh Kepala Disparbud Joko Trihono.

Joko menambahkan, belakangan juga muncul wacana menerapkan sistem ganjil genap bagi seluruh kendaraan di Magetan selama Nataru. Hal itu dimaksudkan untuk menekan tingkat mobilitas yang diprediksi bakal meroket. Mengingat Magetan merupakan daerah tujuan wisata. ‘’Kami ingin situasi pandemi terkendali. Tapi, di sisi lain, pemulihan ekonomi harus tetap berjalan,’’ tegasnya. (mg5/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/