alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Operasi Pasar, Warga Rela Berdesakan Demi Dapat Dua Liter Minyak Goreng

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Rupanya orang lebih takut tidak kebagian minyak goreng meski ada kemungkinan tertular korona. Kemarin (15/2), di halaman kantor UPT PPD Bapenda Jatim, warga rela berdesakan demi mendapatkan minyak goreng di operasi pasar yang digelar pemprov. Warga cukup menebus Rp 25 ribu untuk bisa mendapat dua liter minyak goreng. ‘’Saya mengantre dari jam tiga (sore, Red)’’ kata Tukini, warga Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan.

Operasi pasar dimulai pukul 16.00. Namun, sudah banyak warga yang mengantre. Tukini baru bisa mendapat minyak goreng sekitar pukul 17.30. ‘’Alhamdulillah tidak kehabisan,’’ ucapnya.

Sementara, Ayu jauh-jauh datang dari Desa Kedungguwo, Kecamatan Sukomoro. Bahkan sudah mengantre sejak sebelum acara. Dia tidak takut berdesakan dengan warga lain. ‘’Kenapa harus takut, minyak goreng kan mahal,’’ ujarnya.

Baca Juga :  12 Ahli Waris Ajukan Santunan

Kepala IPT Industri dan Produksi Kulit Disperindag Jatim Muhammad Hamid Pelu mengatakan bahwa pemprov menyediakan tak kurang dari dua ribu liter minyak goreng. Melihat antusiasme warga, jatah ditambah 500 liter. ‘’Jadi totalnya 2.500 liter yang dijual di operasi pasar,’’ terangnya.

Operasi pasar digelar untuk mengatasi masalah kelangkaan minyak goreng di pasaran. Warga cukup membawa KTP. Setelah mendaftarkan NIK, mereka akan mendapat kupon. ‘’Kupon itulah yang ditukarkan warga dengan dua liter minyak goreng, per liternya Rp 12.500,’’ jelas Hamid. (mg5/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Rupanya orang lebih takut tidak kebagian minyak goreng meski ada kemungkinan tertular korona. Kemarin (15/2), di halaman kantor UPT PPD Bapenda Jatim, warga rela berdesakan demi mendapatkan minyak goreng di operasi pasar yang digelar pemprov. Warga cukup menebus Rp 25 ribu untuk bisa mendapat dua liter minyak goreng. ‘’Saya mengantre dari jam tiga (sore, Red)’’ kata Tukini, warga Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan.

Operasi pasar dimulai pukul 16.00. Namun, sudah banyak warga yang mengantre. Tukini baru bisa mendapat minyak goreng sekitar pukul 17.30. ‘’Alhamdulillah tidak kehabisan,’’ ucapnya.

Sementara, Ayu jauh-jauh datang dari Desa Kedungguwo, Kecamatan Sukomoro. Bahkan sudah mengantre sejak sebelum acara. Dia tidak takut berdesakan dengan warga lain. ‘’Kenapa harus takut, minyak goreng kan mahal,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Langka dan Mahal, Bupati Ponorogo Curigai Praktik Kartel Minyak Goreng

Kepala IPT Industri dan Produksi Kulit Disperindag Jatim Muhammad Hamid Pelu mengatakan bahwa pemprov menyediakan tak kurang dari dua ribu liter minyak goreng. Melihat antusiasme warga, jatah ditambah 500 liter. ‘’Jadi totalnya 2.500 liter yang dijual di operasi pasar,’’ terangnya.

Operasi pasar digelar untuk mengatasi masalah kelangkaan minyak goreng di pasaran. Warga cukup membawa KTP. Setelah mendaftarkan NIK, mereka akan mendapat kupon. ‘’Kupon itulah yang ditukarkan warga dengan dua liter minyak goreng, per liternya Rp 12.500,’’ jelas Hamid. (mg5/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/