alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

24 Ekor Sapi di Magetan Positif PMK

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) ternak akhirnya ikut merebak di Magetan. Hingga kemarin (15/5) ditemukan 24 ekor sapi yang terjangkit. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengetatan mobilitas hewan ternak dari luar daerah masih cukup longgar. ‘’Kami duga dari luar daerah (ternak yang terpapar PMK, Red),’’ kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan Nur Haryani, Senin (16/5).

PMK didapati menyerang 21 ekor sapi ternak di Desa Sugihrejo, Kecamatan Kawedanan, serta tiga ekor sapi ternak di Desa Turi, Kecamatan Panekan. Mulanya, petugas mendapat laporan bahwa puluhan ekor ternak tersebut mengalami gejala flu dan kejang-kejang. ‘’Tujuh ekor di antaranya juga mengalami kuku lepas,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Sulap PPU Maospati Jadi RTH

Jumat (13/5) lalu, disnakkan mengambil sampel pemeriksaan puluhan ternak tersebut. Sampel lantas dikirimkan ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Jogjakarta. Fasilitas milik Kementan itu pada Sabtu (14/5) malam mengonfirmasi bahwa 25 sampel yang dikirim positif mengidap PMK. ‘’Dugaan semula terjangkit laminitis. Ternyata bukan,’’ terang Nur.

Nur menyampaikan, ternak yang terjangkit PMK pasti menulari ternak lain dalam satu kandang. Karena itu, ternak yang terkonfirmasi PMK perlu diisolasi selama 14 hari. Mobilitas orang keluar-masuk kandang juga harus dibatasi. Sebab, dikhawatirkan benda yang dibawa dapat menjadi sarana transmisi PMK. ‘’Petugas medis kami minta turun setiap hari mengecek kesehatan ternak yang terpapar,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) ternak akhirnya ikut merebak di Magetan. Hingga kemarin (15/5) ditemukan 24 ekor sapi yang terjangkit. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengetatan mobilitas hewan ternak dari luar daerah masih cukup longgar. ‘’Kami duga dari luar daerah (ternak yang terpapar PMK, Red),’’ kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan Nur Haryani, Senin (16/5).

PMK didapati menyerang 21 ekor sapi ternak di Desa Sugihrejo, Kecamatan Kawedanan, serta tiga ekor sapi ternak di Desa Turi, Kecamatan Panekan. Mulanya, petugas mendapat laporan bahwa puluhan ekor ternak tersebut mengalami gejala flu dan kejang-kejang. ‘’Tujuh ekor di antaranya juga mengalami kuku lepas,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Angin Kencang Bikin Warga Magetan Merugi Rp 18 Juta

Jumat (13/5) lalu, disnakkan mengambil sampel pemeriksaan puluhan ternak tersebut. Sampel lantas dikirimkan ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Jogjakarta. Fasilitas milik Kementan itu pada Sabtu (14/5) malam mengonfirmasi bahwa 25 sampel yang dikirim positif mengidap PMK. ‘’Dugaan semula terjangkit laminitis. Ternyata bukan,’’ terang Nur.

Nur menyampaikan, ternak yang terjangkit PMK pasti menulari ternak lain dalam satu kandang. Karena itu, ternak yang terkonfirmasi PMK perlu diisolasi selama 14 hari. Mobilitas orang keluar-masuk kandang juga harus dibatasi. Sebab, dikhawatirkan benda yang dibawa dapat menjadi sarana transmisi PMK. ‘’Petugas medis kami minta turun setiap hari mengecek kesehatan ternak yang terpapar,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/