alexametrics
27.8 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Sapi Usia di Bawah Enam Bulan Paling Riskan Terpapar PMK

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Risiko penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sangatlah tinggi. Dokter Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan drh Nuril Ihtiarna Soliha mengatakan, transmisi PMK bisa mencapai 90 hingga 100 persen pada ternak yang hidup di satu kandang yang sama. ‘’Paling umum terjadi pada sapi,’’ kata Nuril kemarin (15/5).

PMK menyerang organ pencernaan dan kuku ternak. Ciri-cirinya mudah diidentifikasi. Di antaranya, luka pada rongga mulut seperti lidah, gusi, atau bibir. Penyakit ini dapat menyerang semua hewan berkuku belah seperti sapi, kambing, atau domba. ‘’Tingkat mortalitas bagi sapi dewasa tergolong rendah, tapi tinggi bagi sapi berusia di bawah enam bulan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Disdukcapil Magetan Beri Perlakuan Khusus Desa Pelaksana E-Voting

Nuril memastikan PMK bukan tergolong virus zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Pun, daging ternak yang terinfeksi PMK masih boleh dikonsumsi. Syaratnya, dimasak sampai benar-benar matang. Atau bisa dengan melayukan daging hingga kadar pH turun di bawah 6. ‘’Masyarakat tidak perlu panik,’’ tegasnya.

Namun, ada bagian-bagian dari ternak yang perlu dihindari untuk dikonsumsi. Antara lain, mulut, organ dalam atau jeroan, serta bagian kaki. Nuril juga mengimbau penyembelihan ternak yang terpapar PMK sebaiknya dipisahkan dengan ternak lain. ‘’Penanganan limbahnya harus hati-hati untuk menekan risiko pencemaran virus di lingkungan,’’ pesan Nuril. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Risiko penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sangatlah tinggi. Dokter Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan drh Nuril Ihtiarna Soliha mengatakan, transmisi PMK bisa mencapai 90 hingga 100 persen pada ternak yang hidup di satu kandang yang sama. ‘’Paling umum terjadi pada sapi,’’ kata Nuril kemarin (15/5).

PMK menyerang organ pencernaan dan kuku ternak. Ciri-cirinya mudah diidentifikasi. Di antaranya, luka pada rongga mulut seperti lidah, gusi, atau bibir. Penyakit ini dapat menyerang semua hewan berkuku belah seperti sapi, kambing, atau domba. ‘’Tingkat mortalitas bagi sapi dewasa tergolong rendah, tapi tinggi bagi sapi berusia di bawah enam bulan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Polemik RTLH: Toko Salah Merekap, Kades Malah Menagih

Nuril memastikan PMK bukan tergolong virus zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Pun, daging ternak yang terinfeksi PMK masih boleh dikonsumsi. Syaratnya, dimasak sampai benar-benar matang. Atau bisa dengan melayukan daging hingga kadar pH turun di bawah 6. ‘’Masyarakat tidak perlu panik,’’ tegasnya.

Namun, ada bagian-bagian dari ternak yang perlu dihindari untuk dikonsumsi. Antara lain, mulut, organ dalam atau jeroan, serta bagian kaki. Nuril juga mengimbau penyembelihan ternak yang terpapar PMK sebaiknya dipisahkan dengan ternak lain. ‘’Penanganan limbahnya harus hati-hati untuk menekan risiko pencemaran virus di lingkungan,’’ pesan Nuril. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/