alexametrics
28.7 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Magetan Dilanda Banjir, Angin Kencang dan Longsor Bergiliran

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Rentetan bencana terjadi di Magetan sejak Selasa (15/3) hingga kemarin (16/3). Mulai banjir, pohon tumbang, hingga tanah longsor. Curah hujan tinggi menjadi biang rentetan bencana tersebut.

Di Desa Ngelang dan Jajar, luapan air dari Sungai Sidodadi dan Sungai Ulo merendam lahan persawahan sejak pagi kemarin. ‘’Beruntung tidak sampai menggenangi permukiman,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi, Kamis (17/3).

Total 25 hektare sawah tergenang di kedua desa tersebut. BPBD mencatat, genangan di dua desa mulai surut kemarin siang. ‘’Ada dua hektare sawah di Ngelang yang belum dipanen ikut tergenang,’’ beber Eka.

Pohon tumbang tak hanya terjadi di satu lokasi. Nino Pratikta, petugas BPBD Magetan, mengatakan, sedikitnya ada laporan pohon tumbang dari sembilan kecamatan. Di Kecamatan Magetan Kota saja ada dua titik. Jalan Diponegoro tiga pohon tumbang dan Jalan dr Sutomo dua pohon. Insiden terjadi nyaris bersamaan sekitar pukul 16.00 hingga 17.00. ‘’Akses jalan di Jalan Diponegoro sempat tertutup selama 15 menit,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Nasabah BRI Parang Bawa Pulang All New Grand Livina

Nino menjelaskan, banyaknya pohon tumbang ditengarai akibat tingginya curah hujan. Di sejumlah kecamatan, hujan turun nyaris merata sejak pukul 15.00. Lantaran disertai angin kencang, pepohonan banyak bertumbangan. Jalan Diponegoro sempat tergenang air setinggi betis atau sekitar 25 sentimeter. ‘’Tapi cepat surut, tidak sampai 15 menit,’’ sebutnya.

RUSAK: Dapur milik Simun ambles terseret tebing di belakang rumahnya yang longsor. (BPBD FOR JAWA POS RADAR MAGETAN)

Selasa malam lalu longsor juga melanda Kelurahan/Kecamatan Parang. Dapur milik Simun sampai ambles terseret tebing di belakang rumahnya yang longsor. Beruntung tidak ada korban jiwa dari bencana tersebut.

Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp 15 juta. ‘’Petugas bersama warga siang ini (kemarin, Red) kerja bakti membersihkan material,’’ kata Kapolsek Parang AKP Hari Joko Prayitno. (tr3/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Rentetan bencana terjadi di Magetan sejak Selasa (15/3) hingga kemarin (16/3). Mulai banjir, pohon tumbang, hingga tanah longsor. Curah hujan tinggi menjadi biang rentetan bencana tersebut.

Di Desa Ngelang dan Jajar, luapan air dari Sungai Sidodadi dan Sungai Ulo merendam lahan persawahan sejak pagi kemarin. ‘’Beruntung tidak sampai menggenangi permukiman,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi, Kamis (17/3).

Total 25 hektare sawah tergenang di kedua desa tersebut. BPBD mencatat, genangan di dua desa mulai surut kemarin siang. ‘’Ada dua hektare sawah di Ngelang yang belum dipanen ikut tergenang,’’ beber Eka.

Pohon tumbang tak hanya terjadi di satu lokasi. Nino Pratikta, petugas BPBD Magetan, mengatakan, sedikitnya ada laporan pohon tumbang dari sembilan kecamatan. Di Kecamatan Magetan Kota saja ada dua titik. Jalan Diponegoro tiga pohon tumbang dan Jalan dr Sutomo dua pohon. Insiden terjadi nyaris bersamaan sekitar pukul 16.00 hingga 17.00. ‘’Akses jalan di Jalan Diponegoro sempat tertutup selama 15 menit,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Baru Sekali Dihelat, CFD Magetan Sudah Distop

Nino menjelaskan, banyaknya pohon tumbang ditengarai akibat tingginya curah hujan. Di sejumlah kecamatan, hujan turun nyaris merata sejak pukul 15.00. Lantaran disertai angin kencang, pepohonan banyak bertumbangan. Jalan Diponegoro sempat tergenang air setinggi betis atau sekitar 25 sentimeter. ‘’Tapi cepat surut, tidak sampai 15 menit,’’ sebutnya.

RUSAK: Dapur milik Simun ambles terseret tebing di belakang rumahnya yang longsor. (BPBD FOR JAWA POS RADAR MAGETAN)

Selasa malam lalu longsor juga melanda Kelurahan/Kecamatan Parang. Dapur milik Simun sampai ambles terseret tebing di belakang rumahnya yang longsor. Beruntung tidak ada korban jiwa dari bencana tersebut.

Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp 15 juta. ‘’Petugas bersama warga siang ini (kemarin, Red) kerja bakti membersihkan material,’’ kata Kapolsek Parang AKP Hari Joko Prayitno. (tr3/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/