alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

8 Pasar Hewan di Magetan Ditutup Imbas Bertambahnya Kasus Positif PMK

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Merebaknya pagebluk penyakit mulut dan kuku (PMK) ternak disikapi serius oleh Pemkab Magetan. Terhitung hari ini (17/5), pemkab menerapkan lockdown alias kuncian sementara (kuntara) terhadap delapan pasar hewan di Magetan. ‘’Ditutup setidaknya sampai wabah PMK mereda,’’ kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan Nur Haryani, Selasa (17/5).

Keputusan itu diambil usai pemkab menggelar rapat koordinasi penanganan PMK di Pendapa Surya Graha kemarin. Delapan pasar yang diputuskan dikuntara meliputi pasar hewan di Panekan, Parang, Plaosan, Barat, Kawedanan, dan Maospati. Juga dua pasar hewan di Ngariboyo. Pemkab berjanji lebih mengetati mobilitas ternak di perbatasan. ‘’Sementara akses keluar masuk ternak yang sudah ditutup yaitu jalur dari Madiun dan Ponorogo,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Mobil Tak Bertuan ’’Parkir’’ di Ladang Orang

Kuntara terhadap delapan pasar hewan diharapkan dapat menekan persebaran PMK di Magetan. Pasalnya, temuan kasus baru PMK terus bertambah. Kemarin terdapat tambahan satu kasus baru di Desa Banjarejo, Kecamatan Panekan. Total kasus positif PMK hingga kemarin mencapai 25.

Kuntara juga berlaku untuk perdagangan ternak di Panekan dan Kawedanan. Pasalnya, seluruh kasus positif ditemukan di dua kecamatan tersebut. Untuk memberi rasa tenang kepada peternak dan warga, pemkab menyediakan call center. Melalui saluran tersebut, laporan gejala PMK dari warga akan direspons dengan cepat. ‘’Langkah-langkah pencegahan dan pengobatan terus kami gencarkan untuk menjaga kesehatan ternak di Magetan,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Merebaknya pagebluk penyakit mulut dan kuku (PMK) ternak disikapi serius oleh Pemkab Magetan. Terhitung hari ini (17/5), pemkab menerapkan lockdown alias kuncian sementara (kuntara) terhadap delapan pasar hewan di Magetan. ‘’Ditutup setidaknya sampai wabah PMK mereda,’’ kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan Nur Haryani, Selasa (17/5).

Keputusan itu diambil usai pemkab menggelar rapat koordinasi penanganan PMK di Pendapa Surya Graha kemarin. Delapan pasar yang diputuskan dikuntara meliputi pasar hewan di Panekan, Parang, Plaosan, Barat, Kawedanan, dan Maospati. Juga dua pasar hewan di Ngariboyo. Pemkab berjanji lebih mengetati mobilitas ternak di perbatasan. ‘’Sementara akses keluar masuk ternak yang sudah ditutup yaitu jalur dari Madiun dan Ponorogo,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Butuh 315 Rambu Lalin Baru, Dishub Magetan Minta Jatah ke Pemprov

Kuntara terhadap delapan pasar hewan diharapkan dapat menekan persebaran PMK di Magetan. Pasalnya, temuan kasus baru PMK terus bertambah. Kemarin terdapat tambahan satu kasus baru di Desa Banjarejo, Kecamatan Panekan. Total kasus positif PMK hingga kemarin mencapai 25.

Kuntara juga berlaku untuk perdagangan ternak di Panekan dan Kawedanan. Pasalnya, seluruh kasus positif ditemukan di dua kecamatan tersebut. Untuk memberi rasa tenang kepada peternak dan warga, pemkab menyediakan call center. Melalui saluran tersebut, laporan gejala PMK dari warga akan direspons dengan cepat. ‘’Langkah-langkah pencegahan dan pengobatan terus kami gencarkan untuk menjaga kesehatan ternak di Magetan,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/