alexametrics
23.9 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Dinding Ruang Kelas VI SDN 1 Sawojajar Retak, Plafon Ruang Guru Roboh

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Murid dan guru SDN 1 Sawojajar dihantui rasa waswas setiap berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar (KBM) di sekolah. Pasalnya, sejumlah ruangan mengalami kerusakan cukup parah. Misalnya ruang kelas VI yang hingga Jumat (17/6) masih digunakan untuk KBM. ‘’Retakan di dinding ruang kelas VI sudah ada sejak lama,’’ kata Kepala SDN 1 Sawojajar Sunarti.

Pantauan Jawa Pos Radar Magetan di lokasi, panjang retakan di dinding kelas VI mencapai lebih dari satu meter. Menurut Sunarti, garis retakan itu muncul sekitar 2020. ‘’Siswa dan guru sebenarnya takut kalau sewaktu-waktu roboh,’’ ujarnya.

Sunarti menyebutkan, ruang kelas VI sejatinya tak lagi layak untuk KBM. Pasalnya, plafon kelas juga mulai runtuh. ‘’Kalau dilihat sekilas memang tidak parah. Tapi, sebenarnya tembok di kelas itu sudah tidak rata,’’ bebernya.

Baca Juga :  Hasil Swab 16 Petugas Puskesmas Plaosan Belum Keluar

Kerusakan juga ditemukan di ruang guru dan ruang kepala sekolah. Bahkan, plafon di kedua ruangan sudah runtuh. Gentingnya mulai berjatuhan. Sunarti dan para guru terpaksa berkantor di ruang pertemuan. ‘’Banyak berkas yang rusak karena basah terkena hujan,’’ ungkapnya.

Miris, pemkab belum memberi perhatian. Sunarti dan para guru berinisiatif patungan dari kantong pribadi untuk memperbaiki rangka atap yang rusak. Sekolah meminta bantuan instansi militer untuk membantu proses rehab. ‘’Semua kami lakukan supaya siswa merasa aman dan nyaman belajar di sekolah,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Murid dan guru SDN 1 Sawojajar dihantui rasa waswas setiap berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar (KBM) di sekolah. Pasalnya, sejumlah ruangan mengalami kerusakan cukup parah. Misalnya ruang kelas VI yang hingga Jumat (17/6) masih digunakan untuk KBM. ‘’Retakan di dinding ruang kelas VI sudah ada sejak lama,’’ kata Kepala SDN 1 Sawojajar Sunarti.

Pantauan Jawa Pos Radar Magetan di lokasi, panjang retakan di dinding kelas VI mencapai lebih dari satu meter. Menurut Sunarti, garis retakan itu muncul sekitar 2020. ‘’Siswa dan guru sebenarnya takut kalau sewaktu-waktu roboh,’’ ujarnya.

Sunarti menyebutkan, ruang kelas VI sejatinya tak lagi layak untuk KBM. Pasalnya, plafon kelas juga mulai runtuh. ‘’Kalau dilihat sekilas memang tidak parah. Tapi, sebenarnya tembok di kelas itu sudah tidak rata,’’ bebernya.

Baca Juga :  Satpol PP Magetan Masih Bingung Kantor

Kerusakan juga ditemukan di ruang guru dan ruang kepala sekolah. Bahkan, plafon di kedua ruangan sudah runtuh. Gentingnya mulai berjatuhan. Sunarti dan para guru terpaksa berkantor di ruang pertemuan. ‘’Banyak berkas yang rusak karena basah terkena hujan,’’ ungkapnya.

Miris, pemkab belum memberi perhatian. Sunarti dan para guru berinisiatif patungan dari kantong pribadi untuk memperbaiki rangka atap yang rusak. Sekolah meminta bantuan instansi militer untuk membantu proses rehab. ‘’Semua kami lakukan supaya siswa merasa aman dan nyaman belajar di sekolah,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/