alexametrics
24.8 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Lanud Iswahjudi Uji Coba Bom Buatan Anak Bangsa

MAGETAN – Setelah P-250, lahir generasi baru bom buatan anak bangsa. Namanya P-500 L yang dirakit khusus menunjang pesawat tempur jenis Sukhoi. Bom yang diproduksi dinas penelitian dan pengembangan TNI-AU (dislitbangau) bekerja sama dengan PT Dahana dan PT Sari Bahari itu diuji coba pada 12-15 Februari lalu. ’’Untuk P-500 L uji coba dengan Sukhoi dari Skadron Udara 11,’’ kata Komandan Lanud (Danlanud) Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra.

Selain P-500 L, juga diujicobakan Rocket Pod 7 tabung kaliber 70 mm dengan pesawat T-50i Golden Eagle dari Skadron Udara 15. Dislitbangau juga memproduksi Smoke WH RX. Pelaksanaan uji coba menggunakan Air Weapon Range (AWR) Pandang Wangi Lumajang, Jawa Timur. ’’Kami apresiasi karena ini upaya mengurangi ketergantungan terhadap produk buatan luar negeri. Termasuk wujud kemandirian industri pertahanan di tanah air,’’ ujar danlanud.

Kadislitbangau Marsma TNI Rochmadi Saputra menambahkan, sebelum pelaksanaan uji coba sudah melakukan sosialisasi. Tujuannya menyamakan persepsi agar tidak terjadi kerancuan dan keraguan dan apa yang harus dilaksanakan saat uji dinamis. Pihaknya melibatkan tim penilai. Sehingga dapat mengevaluasi langsung. ’’Paling utama memberikan pemahaman yang sama, khususnya para pelaku yang akan terbang. Supaya tidak terjadi kesalahan sehingga mendapat data sesuai yang diharapkan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Petani Tembakau Untung Besar, Dari Lahan 1 Hektare Hasilkan Rp 20 Juta

Sedangkan mekanisme pengujian, menurut Mayor Tek Adi Teguh Dwi Setiawan dari dislitbangau, akan dilakukan uji loading/unloading bom P-500 L, Smoke WH RX 80 mm di pesawat Sukhoi. Dan Rocket Pod 7 tabung kaliber 70 mm di pesawat T-50i Golden Eagle. Sementara uji kestabilan terbang membawa bom  P-500 L Dummy dan Rocket Pod 7 kal. 70 mm.  Selanjutnya uji dinamis bom P-500 L, Smoke WH RX 80 mm, Rocket Pod 7 kal. 70 mm. Rocked FFAR, dan Rocket RD-702. (penlanudiswahjudi/mg2/c1/ota)

MAGETAN – Setelah P-250, lahir generasi baru bom buatan anak bangsa. Namanya P-500 L yang dirakit khusus menunjang pesawat tempur jenis Sukhoi. Bom yang diproduksi dinas penelitian dan pengembangan TNI-AU (dislitbangau) bekerja sama dengan PT Dahana dan PT Sari Bahari itu diuji coba pada 12-15 Februari lalu. ’’Untuk P-500 L uji coba dengan Sukhoi dari Skadron Udara 11,’’ kata Komandan Lanud (Danlanud) Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra.

Selain P-500 L, juga diujicobakan Rocket Pod 7 tabung kaliber 70 mm dengan pesawat T-50i Golden Eagle dari Skadron Udara 15. Dislitbangau juga memproduksi Smoke WH RX. Pelaksanaan uji coba menggunakan Air Weapon Range (AWR) Pandang Wangi Lumajang, Jawa Timur. ’’Kami apresiasi karena ini upaya mengurangi ketergantungan terhadap produk buatan luar negeri. Termasuk wujud kemandirian industri pertahanan di tanah air,’’ ujar danlanud.

Kadislitbangau Marsma TNI Rochmadi Saputra menambahkan, sebelum pelaksanaan uji coba sudah melakukan sosialisasi. Tujuannya menyamakan persepsi agar tidak terjadi kerancuan dan keraguan dan apa yang harus dilaksanakan saat uji dinamis. Pihaknya melibatkan tim penilai. Sehingga dapat mengevaluasi langsung. ’’Paling utama memberikan pemahaman yang sama, khususnya para pelaku yang akan terbang. Supaya tidak terjadi kesalahan sehingga mendapat data sesuai yang diharapkan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Teror Ular Sanca Kembang di Gedongan, Manguharjo

Sedangkan mekanisme pengujian, menurut Mayor Tek Adi Teguh Dwi Setiawan dari dislitbangau, akan dilakukan uji loading/unloading bom P-500 L, Smoke WH RX 80 mm di pesawat Sukhoi. Dan Rocket Pod 7 tabung kaliber 70 mm di pesawat T-50i Golden Eagle. Sementara uji kestabilan terbang membawa bom  P-500 L Dummy dan Rocket Pod 7 kal. 70 mm.  Selanjutnya uji dinamis bom P-500 L, Smoke WH RX 80 mm, Rocket Pod 7 kal. 70 mm. Rocked FFAR, dan Rocket RD-702. (penlanudiswahjudi/mg2/c1/ota)

Most Read

Artikel Terbaru

/