alexametrics
24.2 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Migor Langka di Pasaran, Khofifah: Ada Missing Link dari Produsen ke Konsumen

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kebutuhan masyatakat Magetan akan minyak goreng (migor) coba dicukupi Pemprov Jatim. Bentuknya dalam operasi pasar murah (OPM). Ratusan liter migor ludes diserbu masyarakat dalam waktu beberapa jam.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan pasokan migor untuk Jatim dalam sehari dibutuhkan sekitar 59 ribu ton. Sementara, pihaknya telah menyiapkan 63 ribu ton. Secara hitung-hitungan semestinya ada sisa 4 ribu ton. ‘’Saya sudah koordinasi dengan kapolda dan pangdam ke pabrik terkait ini. Di sana tidak ada pengurangan produksi, tapi kok di pasaran langka. Berarti ada rantai yang putus dari produsen ke konsumen,’’ kata Khofifah di sela kegiatan operasi pasar murah minyak goreng di Magetan, Jumat (18/2).

Baca Juga :  Warem di Luar Baben Diduga Jadi Tempat Praktik Prostitusi

Dia menduga ada ketidaklaziman dalam proses distribusi barang. Karena itu, Khofifah meminta seluruh kepala daerah di Jatim untuk melakukan pengecekan. ‘’Alangkah lebih baiknya (penelusuran) dilakukan oleh satgas pangan bahwa ada missing link dari produsen ke konsumen,’’ ujar mantan mensos itu. (mg5/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kebutuhan masyatakat Magetan akan minyak goreng (migor) coba dicukupi Pemprov Jatim. Bentuknya dalam operasi pasar murah (OPM). Ratusan liter migor ludes diserbu masyarakat dalam waktu beberapa jam.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan pasokan migor untuk Jatim dalam sehari dibutuhkan sekitar 59 ribu ton. Sementara, pihaknya telah menyiapkan 63 ribu ton. Secara hitung-hitungan semestinya ada sisa 4 ribu ton. ‘’Saya sudah koordinasi dengan kapolda dan pangdam ke pabrik terkait ini. Di sana tidak ada pengurangan produksi, tapi kok di pasaran langka. Berarti ada rantai yang putus dari produsen ke konsumen,’’ kata Khofifah di sela kegiatan operasi pasar murah minyak goreng di Magetan, Jumat (18/2).

Baca Juga :  Dahlan Iskan Hadiri Debat Publik di Kampung Halaman

Dia menduga ada ketidaklaziman dalam proses distribusi barang. Karena itu, Khofifah meminta seluruh kepala daerah di Jatim untuk melakukan pengecekan. ‘’Alangkah lebih baiknya (penelusuran) dilakukan oleh satgas pangan bahwa ada missing link dari produsen ke konsumen,’’ ujar mantan mensos itu. (mg5/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/