alexametrics
30.3 C
Madiun
Friday, May 13, 2022

Milangasri Segera Overload, TPA Baru Belum Ready

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Perbaikan tata kelola penanganan sampah di tingkat hulu harus segera dilakukan. Pasalnya, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Milangasri nyaris overload. Sementara, TPA baru di Desa Botok, Kecamatan karas, belum siap digunakan. ‘’Harus ada upaya-upaya untuk mengurangi produksi sampah,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan Saif Muchlissun, Jumat (18/3).

Saif mengungkapkan, potensi produksi sampah harian di Magetan mencapai 280 ton. Angka yang begitu besar jika dibandingkan dengan kuota pengangkutan ke TPA Milangasri. Setiap harinya hanya 40 ton sampah yang mampu masuk ke TPA tersebut. Sisanya tercecer di seluruh wilayah kabupaten. ‘’Per hari hanya 40 ton yang sanggup kami tangani,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Manfaat Mangrove

Mengantisipasi potensi TPA Milangasri yang segera overload, DLH sudah ancang-ancang sejak jauh hari. TPA baru bakal dibuka di Botok dengan luas mencapai 4,9 hektare. Namun, kecil kemungkinan TPA baru tersebut dapat beroperasi tahun ini. ‘’Tahun ini penyiapan lahan,’’ terang Saif sembari menyebut tidak menutup kemungkinan calon TPA baru diperluas sepuluh hektare lagi.

Kunci pengurangan produksi sampah di tingkat hulu adalah pemilahan jenis limbah. Saif mengklaim pihaknya sudah gencar mendorong masyarakat untuk mendaur ulang sampah organik menjadi pupuk kompos. Selain itu, program penyimpanan limbah rumah tangga selama 22 jam di lingkungan kota segera dieksekusi. ‘’Untuk menekan potensi overload di hilir, arus selesai di hulu dulu,’’ pungkasnya. (tr3/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Perbaikan tata kelola penanganan sampah di tingkat hulu harus segera dilakukan. Pasalnya, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Milangasri nyaris overload. Sementara, TPA baru di Desa Botok, Kecamatan karas, belum siap digunakan. ‘’Harus ada upaya-upaya untuk mengurangi produksi sampah,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan Saif Muchlissun, Jumat (18/3).

Saif mengungkapkan, potensi produksi sampah harian di Magetan mencapai 280 ton. Angka yang begitu besar jika dibandingkan dengan kuota pengangkutan ke TPA Milangasri. Setiap harinya hanya 40 ton sampah yang mampu masuk ke TPA tersebut. Sisanya tercecer di seluruh wilayah kabupaten. ‘’Per hari hanya 40 ton yang sanggup kami tangani,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Parkir Jalan Basuki Rahmat Timur-Kartini Dipindah ke Eks Hotel Semeru

Mengantisipasi potensi TPA Milangasri yang segera overload, DLH sudah ancang-ancang sejak jauh hari. TPA baru bakal dibuka di Botok dengan luas mencapai 4,9 hektare. Namun, kecil kemungkinan TPA baru tersebut dapat beroperasi tahun ini. ‘’Tahun ini penyiapan lahan,’’ terang Saif sembari menyebut tidak menutup kemungkinan calon TPA baru diperluas sepuluh hektare lagi.

Kunci pengurangan produksi sampah di tingkat hulu adalah pemilahan jenis limbah. Saif mengklaim pihaknya sudah gencar mendorong masyarakat untuk mendaur ulang sampah organik menjadi pupuk kompos. Selain itu, program penyimpanan limbah rumah tangga selama 22 jam di lingkungan kota segera dieksekusi. ‘’Untuk menekan potensi overload di hilir, arus selesai di hulu dulu,’’ pungkasnya. (tr3/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/