alexametrics
23.7 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Empat Bulan, 211.762 Warga Magetan Derita Hipertensi

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Jangan sepelekan hipertensi. Penyakit tekanan darah tinggi itu tak pernah absen dari daftar pembunuh paling berbahaya. Pasalnya, hipertensi dapat menimbulkan bermacam penyakit lain seperti stroke. ‘’Biasanya ketika awal-awal tidak ada keluhan,’’ kata Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan Rochmad Santoso, Senin (18/4).

Sebagai gambaran, hanya dalam empat bulan terakhir jumlah penderita hipertensi di Magetan mencapai 211.762. Mereka berusia di atas 15 tahun. Angkanya jauh bila dibandingkan penyakit mematikan lain seperti diabetes melitus. Tahun ini, angka penderita penyakit gangguan metabolisme kronis itu ”hanya” 13.662 penderita.

Penderita hipertensi umumnya terkecoh dengan gejala yang dialami. Misalnya sakit kepala, lemas, penglihatan menurun, nyeri dada, dan sesak napas. Padahal, gejala dapat berangsur parah bila terjadi komplikasi. ‘’Penyebabnya bisa dari keturunan atau pola makan yang kurang sehat,’’ ujar Rochmad.

Baca Juga :  Dukung Herd Immunity, APEPI Magetan Siapkan 1.000 Dosis Vaksin

Belakangan juga terjadi pergeseran tren penderita. Ketika dulu mayoritas menyerang usia 50 tahun ke atas, kini mulai bermunculan pasien hipertensi yang baru menginjak usia 30-an tahun. Pola hidup tak sehat ditengarai jadi faktor pendorong. Di antaranya, sering mengonsumsi makanan asin, kopi, rokok, atau minuman keras. ‘’Karena gejalanya sering disepelekan, hipertensi bisa sangat mematikan,’’ ungkapnya. (tr3/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Jangan sepelekan hipertensi. Penyakit tekanan darah tinggi itu tak pernah absen dari daftar pembunuh paling berbahaya. Pasalnya, hipertensi dapat menimbulkan bermacam penyakit lain seperti stroke. ‘’Biasanya ketika awal-awal tidak ada keluhan,’’ kata Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan Rochmad Santoso, Senin (18/4).

Sebagai gambaran, hanya dalam empat bulan terakhir jumlah penderita hipertensi di Magetan mencapai 211.762. Mereka berusia di atas 15 tahun. Angkanya jauh bila dibandingkan penyakit mematikan lain seperti diabetes melitus. Tahun ini, angka penderita penyakit gangguan metabolisme kronis itu ”hanya” 13.662 penderita.

Penderita hipertensi umumnya terkecoh dengan gejala yang dialami. Misalnya sakit kepala, lemas, penglihatan menurun, nyeri dada, dan sesak napas. Padahal, gejala dapat berangsur parah bila terjadi komplikasi. ‘’Penyebabnya bisa dari keturunan atau pola makan yang kurang sehat,’’ ujar Rochmad.

Baca Juga :  Kalahkan Erpin, Suwardi ‘Becak Lawu’ Pertahankan Gelar

Belakangan juga terjadi pergeseran tren penderita. Ketika dulu mayoritas menyerang usia 50 tahun ke atas, kini mulai bermunculan pasien hipertensi yang baru menginjak usia 30-an tahun. Pola hidup tak sehat ditengarai jadi faktor pendorong. Di antaranya, sering mengonsumsi makanan asin, kopi, rokok, atau minuman keras. ‘’Karena gejalanya sering disepelekan, hipertensi bisa sangat mematikan,’’ ungkapnya. (tr3/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/