alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Magetan Sandang Status Darurat Sampah

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Magetan belum merdeka dari masalah sampah. Hingga Indonesia berulang tahun ke-77, status darurat sampah masih disandang kabupaten ini. Betapa tidak, saban hari ada ratusan ton sampah masyarakat yang tak tertangani. ‘’Ini jadi PR bersama,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan Saif Mukhlissun, Kamis (18/8).

Saif menjelaskan, status darurat sejatinya tak hanya disandang Magetan. Banyak daerah lain yang juga masih berkutat dengan masalah tata kelola limbah. Menurutnya, masalah sampah tak boleh dipandang sepele. ‘’Magetan dikatakan darurat sampah karena ada 240 ton sampah yang tak tertangani setiap hari, dari total produksi sampah harian sekitar 280 ton,’’ jelasnya.

Sementara, DLH hanya mampu menangani 40 ton sampah setiap hari. Sepanjang tahun lalu, dari total 6.642,27 ton sampah yang diproduksi warga Magetan kota, 1,94 persen di antaranya tak terkelola.

Baca Juga :  Tiga Bulan, Pemkab Magetan Belum Satupun Lelang Paket Perbaikan Jalan

Jumlah sampah se-kabupaten yang tak terkelola oleh DLH jauh lebih banyak. Dari 97.938,55 ton sampah yang diproduksi warga se-kabupaten tahun lalu, 68,94 persen di antaranya tak terkelola. ‘’Perlu dipahami bahwa setiap individu harus mengelola sampahnya sendiri. Minimal, pilah sampah sebelum dibuang,’’ pinta Saif.

Jika masyarakat mampu maksimal dalam memilah sampah, Saif menilai tempat pemrosesan akhir (TPA) tidak akan overload. Tak heran sampah di TPA Milangasri kini menggunung lantaran warga asal-asalan dalam membuang sampah. ‘’Yang patut kami apresiasi, saat ini semakin banyak desa, kelurahan, dan kecamatan yang memperbaiki tata kelola sampahnya,’’ tutur Saif. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Magetan belum merdeka dari masalah sampah. Hingga Indonesia berulang tahun ke-77, status darurat sampah masih disandang kabupaten ini. Betapa tidak, saban hari ada ratusan ton sampah masyarakat yang tak tertangani. ‘’Ini jadi PR bersama,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan Saif Mukhlissun, Kamis (18/8).

Saif menjelaskan, status darurat sejatinya tak hanya disandang Magetan. Banyak daerah lain yang juga masih berkutat dengan masalah tata kelola limbah. Menurutnya, masalah sampah tak boleh dipandang sepele. ‘’Magetan dikatakan darurat sampah karena ada 240 ton sampah yang tak tertangani setiap hari, dari total produksi sampah harian sekitar 280 ton,’’ jelasnya.

Sementara, DLH hanya mampu menangani 40 ton sampah setiap hari. Sepanjang tahun lalu, dari total 6.642,27 ton sampah yang diproduksi warga Magetan kota, 1,94 persen di antaranya tak terkelola.

Baca Juga :  135 CPNS Pemkab Magetan Dikirab Keliling Alun-Alun sebelum Terima SK

Jumlah sampah se-kabupaten yang tak terkelola oleh DLH jauh lebih banyak. Dari 97.938,55 ton sampah yang diproduksi warga se-kabupaten tahun lalu, 68,94 persen di antaranya tak terkelola. ‘’Perlu dipahami bahwa setiap individu harus mengelola sampahnya sendiri. Minimal, pilah sampah sebelum dibuang,’’ pinta Saif.

Jika masyarakat mampu maksimal dalam memilah sampah, Saif menilai tempat pemrosesan akhir (TPA) tidak akan overload. Tak heran sampah di TPA Milangasri kini menggunung lantaran warga asal-asalan dalam membuang sampah. ‘’Yang patut kami apresiasi, saat ini semakin banyak desa, kelurahan, dan kecamatan yang memperbaiki tata kelola sampahnya,’’ tutur Saif. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/