alexametrics
28.7 C
Madiun
Sunday, August 14, 2022

Rp 8 Miliar untuk TPA Baru

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Tak lama lagi tempat pembunagan akhir (TPA) Milangasri, Panekan, bakal ditinggalkan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan kini tengah memroses pengadaan TPA baru. Feasibility study (FS) bersama Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta sudah rampung. ‘’Progres pengadaan TPA baru sudah mencapai 90 persen,’’ kata Plt Kepala DLH Magetan Saif Muchlissun Minggu (17/11).

Ahli dari UGM tersebut meneliti kelayakan lahan baru yang dibidik pemkab. Tanah tidak subur yang dianggap layak dijadikan TPA. Para ahli itu juga meneliti dampak pembangunan TPA bagi lingkungan sekitar. Terutama air di badan sungai. Hanya tanah yang tidak mudah merembes yang bisa. ‘’Sebab, kandungan air lindi pada sampah bisa berbahaya bagi lingkungan,’’ ujarnya.

Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta juga digandeng untuk menyiapkan berkas analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Saat ini, sudah diajukan ke Pemprov Jatim. Pihaknya masih menunggu rekomendasi Amdal tersebut. ‘’Semoga hasilnya positif,’’ ucapnya.

DLH butuh lebih dari empat hektare lahan untuk TPA baru. Pembebasan lahan butuh anggaran hingga Rp 8 miliar. Tahun ini, sudah dialokasikan. Namun, Muchlis masih merahasiakan lokasi tanah tersebut. Tim appraisal sedang bekerja menafsir hraga tanah tersebut. ’’Masalah tanah ini sensitif. Jika ada oknum tak bertanggung jawab tahu, bisa dimanfaatkan,’’ terangnya.

Baca Juga :  USBN Berbasis Smartphone Tak Mulus

Setelah pembebasan, berlanjut membangun TPA. Butuh anggaran miliaran rupiah lagi. Apalagi, TPA baru nanti menggunakan sistem sanitary landfill dalam pengelolaan sampah. Sehingga, belum bisa dipastikan kapan TPA baru akan dioperasikan menggantikan TPA Milangsari yang overkapasitas. DLH juga menyiapkan UPT untuk mengelola TPA baru itu. ‘’Supaya pengelolaan sampah bisa lebih maksimal,’’ ungkapnya.

Saat ini, 30 ton sampah di TPA Milangsari per hari diolah dengan sistem control landfill. Itu pun, belum semua potensi sampah di Magetan tertampung. Sebab, potensi sampah mencapai 280 ton per hari. Sampah yang tak tertampung di TPA dikelola masyarakat. Meskipun tidak semua dikelola dengan benar. Karena ada yang membuang di sungai dan dibakar. ‘’Saat ini (TPA, red) sudah overkapasitas. Tapi, tetap kami gunakan karena belum mendapat lokasi baru,’’ pungkasnya. (bel/sat)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Tak lama lagi tempat pembunagan akhir (TPA) Milangasri, Panekan, bakal ditinggalkan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan kini tengah memroses pengadaan TPA baru. Feasibility study (FS) bersama Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta sudah rampung. ‘’Progres pengadaan TPA baru sudah mencapai 90 persen,’’ kata Plt Kepala DLH Magetan Saif Muchlissun Minggu (17/11).

Ahli dari UGM tersebut meneliti kelayakan lahan baru yang dibidik pemkab. Tanah tidak subur yang dianggap layak dijadikan TPA. Para ahli itu juga meneliti dampak pembangunan TPA bagi lingkungan sekitar. Terutama air di badan sungai. Hanya tanah yang tidak mudah merembes yang bisa. ‘’Sebab, kandungan air lindi pada sampah bisa berbahaya bagi lingkungan,’’ ujarnya.

Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta juga digandeng untuk menyiapkan berkas analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Saat ini, sudah diajukan ke Pemprov Jatim. Pihaknya masih menunggu rekomendasi Amdal tersebut. ‘’Semoga hasilnya positif,’’ ucapnya.

DLH butuh lebih dari empat hektare lahan untuk TPA baru. Pembebasan lahan butuh anggaran hingga Rp 8 miliar. Tahun ini, sudah dialokasikan. Namun, Muchlis masih merahasiakan lokasi tanah tersebut. Tim appraisal sedang bekerja menafsir hraga tanah tersebut. ’’Masalah tanah ini sensitif. Jika ada oknum tak bertanggung jawab tahu, bisa dimanfaatkan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Sertifikasi Pranikah baru Sebatas Wacana

Setelah pembebasan, berlanjut membangun TPA. Butuh anggaran miliaran rupiah lagi. Apalagi, TPA baru nanti menggunakan sistem sanitary landfill dalam pengelolaan sampah. Sehingga, belum bisa dipastikan kapan TPA baru akan dioperasikan menggantikan TPA Milangsari yang overkapasitas. DLH juga menyiapkan UPT untuk mengelola TPA baru itu. ‘’Supaya pengelolaan sampah bisa lebih maksimal,’’ ungkapnya.

Saat ini, 30 ton sampah di TPA Milangsari per hari diolah dengan sistem control landfill. Itu pun, belum semua potensi sampah di Magetan tertampung. Sebab, potensi sampah mencapai 280 ton per hari. Sampah yang tak tertampung di TPA dikelola masyarakat. Meskipun tidak semua dikelola dengan benar. Karena ada yang membuang di sungai dan dibakar. ‘’Saat ini (TPA, red) sudah overkapasitas. Tapi, tetap kami gunakan karena belum mendapat lokasi baru,’’ pungkasnya. (bel/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/