alexametrics
27.3 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Gagal Panen, Petani Melon di Magetan Merugi Puluhan Juta

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Angan petani melon di Ngujung, Maospati, bisa untung besar kandas sudah. Lahan mereka rusak gegara hujan lebat sering mengguyur. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. ‘’Normalnya bisa panen sembilan ton. Melihat kondisinya seperti ini, panen satu ton saja sudah bagus,’’ kata Rizal Pahlevi, petani melon di desa setempat, Kamis (18/11).

Rizal mulanya memprediksi hasil panennya tahun ini dapat menghasilkan keuntungan mencapai Rp 30 juta hingga Rp 40 juta. Namun, angan itu kandas. Lantaran setiap hari kebunnya terus diguyur hujan. ‘’Tanaman jadi terkena penyakit dan akhirnya rusak. Hasil panen tidak optimal sesuai yang diharapkan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pekerjakan Anak di Bawah Umur Masuk Pelanggaran

Kondisi serupa diutarakan Sartono. Nasibnya tak jauh beda dengan Rizal. Dia harus merelakan lahannya mengalami gagal panen. Tanamannya yang berjumlah 2.500 terpaksa harus dipetik lebih awal. ‘’Karena buahnya sudah terlihat tidak sehat,’’ bebernya.

Padahal, pihaknya bisa memanen lima ton melon ketika cuaca bersahabat. Dia berencana mengganti bibit melon yang lebih kuat diterpa hujan lebat. ‘’Bibit juga memengaruhi. Akhirnya tanaman mudah terserang penyakit. Buah yang dihasilkan juga membusuk,’’ terangnya. (mg5/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Angan petani melon di Ngujung, Maospati, bisa untung besar kandas sudah. Lahan mereka rusak gegara hujan lebat sering mengguyur. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. ‘’Normalnya bisa panen sembilan ton. Melihat kondisinya seperti ini, panen satu ton saja sudah bagus,’’ kata Rizal Pahlevi, petani melon di desa setempat, Kamis (18/11).

Rizal mulanya memprediksi hasil panennya tahun ini dapat menghasilkan keuntungan mencapai Rp 30 juta hingga Rp 40 juta. Namun, angan itu kandas. Lantaran setiap hari kebunnya terus diguyur hujan. ‘’Tanaman jadi terkena penyakit dan akhirnya rusak. Hasil panen tidak optimal sesuai yang diharapkan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tekankan Pembangunan Infrastruktur dan Economic Growth

Kondisi serupa diutarakan Sartono. Nasibnya tak jauh beda dengan Rizal. Dia harus merelakan lahannya mengalami gagal panen. Tanamannya yang berjumlah 2.500 terpaksa harus dipetik lebih awal. ‘’Karena buahnya sudah terlihat tidak sehat,’’ bebernya.

Padahal, pihaknya bisa memanen lima ton melon ketika cuaca bersahabat. Dia berencana mengganti bibit melon yang lebih kuat diterpa hujan lebat. ‘’Bibit juga memengaruhi. Akhirnya tanaman mudah terserang penyakit. Buah yang dihasilkan juga membusuk,’’ terangnya. (mg5/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/