alexametrics
28.9 C
Madiun
Friday, July 1, 2022

Batasi Jam Operasional Truk Tambang

MAGETAN – Dampak aktivitas penambangan ilegal ternyata tak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tapi juga akses infrastruktur jalan. Karena itu, masalah jalan rusak di Magetan sulit teratasi. Ujung-ujungnya banyak warga yang protes. ‘’Apalagi, jam operasional truk pengangkut tambang mulai dari pagi sampai malam,’’ kata Kepala Dishub Magetan Sungkono kemarin (18/2).

Adapun kondisi jalan yang rusak karena sering dilintasi truk tambang galian C terdapat di wilayah Poncol, Plaosan, Panekan, dan Parang. Sementara, hasil yang didapatkan oleh pemkab dari aktivitas penambangan di sejumlah wilayah itu tidak signifikan.

Sebaliknya, pemkab justru mengeluarkan banyak biaya untuk perbaikan jalan rusak. ‘’Jadi, meskipun diperbaiki, percuma. Karena tidak butuh waktu lama, jalan sudah rusak kembali karena sering dilewati truk tambang yang overtonase,’’ terang Sungkono.

Di Jalan Raya Parang–Magetan misalnya. Saat ini kondisi jalan tersebut begitu memprihatinkan. Banyak lubang dan bergelombang. Salah satu penyebabnya karena setiap hari dilalui ratusan truk galian C dari Sayutan dan Trosono ke Magetan.

Baca Juga :  Disdikpora Magetan Harus Pemaparan Skenario ke GTPP Covid-19

Beban truk dengan kategori jalan tidak sesuai sehingga banyak aspal rusak dan mengakibatkan jalan bergelombang. Hal itu diperparah intensitas hujan yang tinggi dan drainase air yang buruk. Jika malam terjadi hujan lebat, kondisi jalan berbahaya bagi pengendara roda dua. Apalagi, penerangan jalan minim.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Sungkono sudah menyusun rencana. Salah satunya menggiatkan operasi berat muatan dan membatasi jam operasional truk tambang. Menurut dia, sesuai aturan truk tambang bisa mulai beraktivitas dari pukul 08.00–17.00. ‘’Tujuannya agar tidak mengganggu aktivitas warga. Terutama saat berangkat kerja maupun sekolah,’’ jelasnya.

Namun demikian, fakta yang dijumpai di lapangan berbanding terbalik. Operasional truk tak terbatas waktu. Mulai dari awal subuh sampai malam. ‘’Truk yang melanggar batas jam operasional itu akan kami tertibkan,’’ tegas Sungkono.

Pihaknya bakal menggandeng Satlantas Polres Magetan dalam penindakan truk yang melanggar jam operasional. ‘’Kami hanya berwenang melakukan operasi. Sanksi tilang merupakan wewenang dari polisi,’’ terangnya. (mgc/c1/her)

MAGETAN – Dampak aktivitas penambangan ilegal ternyata tak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tapi juga akses infrastruktur jalan. Karena itu, masalah jalan rusak di Magetan sulit teratasi. Ujung-ujungnya banyak warga yang protes. ‘’Apalagi, jam operasional truk pengangkut tambang mulai dari pagi sampai malam,’’ kata Kepala Dishub Magetan Sungkono kemarin (18/2).

Adapun kondisi jalan yang rusak karena sering dilintasi truk tambang galian C terdapat di wilayah Poncol, Plaosan, Panekan, dan Parang. Sementara, hasil yang didapatkan oleh pemkab dari aktivitas penambangan di sejumlah wilayah itu tidak signifikan.

Sebaliknya, pemkab justru mengeluarkan banyak biaya untuk perbaikan jalan rusak. ‘’Jadi, meskipun diperbaiki, percuma. Karena tidak butuh waktu lama, jalan sudah rusak kembali karena sering dilewati truk tambang yang overtonase,’’ terang Sungkono.

Di Jalan Raya Parang–Magetan misalnya. Saat ini kondisi jalan tersebut begitu memprihatinkan. Banyak lubang dan bergelombang. Salah satu penyebabnya karena setiap hari dilalui ratusan truk galian C dari Sayutan dan Trosono ke Magetan.

Baca Juga :  Rekrutmen CASN Diprediksi Mundur

Beban truk dengan kategori jalan tidak sesuai sehingga banyak aspal rusak dan mengakibatkan jalan bergelombang. Hal itu diperparah intensitas hujan yang tinggi dan drainase air yang buruk. Jika malam terjadi hujan lebat, kondisi jalan berbahaya bagi pengendara roda dua. Apalagi, penerangan jalan minim.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Sungkono sudah menyusun rencana. Salah satunya menggiatkan operasi berat muatan dan membatasi jam operasional truk tambang. Menurut dia, sesuai aturan truk tambang bisa mulai beraktivitas dari pukul 08.00–17.00. ‘’Tujuannya agar tidak mengganggu aktivitas warga. Terutama saat berangkat kerja maupun sekolah,’’ jelasnya.

Namun demikian, fakta yang dijumpai di lapangan berbanding terbalik. Operasional truk tak terbatas waktu. Mulai dari awal subuh sampai malam. ‘’Truk yang melanggar batas jam operasional itu akan kami tertibkan,’’ tegas Sungkono.

Pihaknya bakal menggandeng Satlantas Polres Magetan dalam penindakan truk yang melanggar jam operasional. ‘’Kami hanya berwenang melakukan operasi. Sanksi tilang merupakan wewenang dari polisi,’’ terangnya. (mgc/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/