alexametrics
22.8 C
Madiun
Wednesday, June 29, 2022

Silpa Magetan Bengkak, Kepala Bappeda Sebut Efisiensi

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Eksekutif masih bersikukuh bila sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahun lalu disebabkan karena irit. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Magetan Elmy Kurnianto Widodo berkelit bahwa Silpa 2021 disumbang efisiensi dalam membelanjakan uang daerah. ‘’Penghematan belanja menyumbang sekitar 70 persen (dari total Silpa, Red),’’ ujarnya, Kamis (19/5).

Menurut Elmy, ada banyak musabab mengapa Silpa dari anggaran tahun lalu tembus Rp 363,06 miliar. Banyak belanja daerah menyumbang sisa anggaran yang tak sedikit. Bahkan dari satu proyek infrastruktur, pemkab bisa berhemat hingga puluhan atau ratusan juta rupiah. ‘’Belanja tidak terduga (BTT) untuk Covid-19 juga banyak tidak terpakai. Itu ikut menyumbang Silpa,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Waspada, Lereng Lawu Diselimuti Cuaca Ekstrem

Elmy mengklaim organisasi perangkat daerah (OPD) telah bekerja keras menyerap anggaran. Namun tetap ada sisa dari belanja yang mereka jalankan. Akibat penerapan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), sisa-sisa anggaran tersebut tak dapat dipakai sampai kelar tahun anggaran. ‘’Ini konsekuensi dari sistem,’’ terangnya.

Lantas akan diapakan duit Rp 263,06 miliar tersebut? Elmy mengklaim pihaknya sudah memiliki rencana. Supaya terserap maksimal, Silpa dari tahun lalu akan digunakan untuk membiayai program prioritas yang selama dua tahun terakhir terdampak refocusing. Secara spesifik, belanja infrastruktur akan diberi porsi 30 persen dari total Silpa. ‘’Selain itu untuk mendanai belanja wajib setiap tahun,’’ tukasnya. (naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Eksekutif masih bersikukuh bila sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahun lalu disebabkan karena irit. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Magetan Elmy Kurnianto Widodo berkelit bahwa Silpa 2021 disumbang efisiensi dalam membelanjakan uang daerah. ‘’Penghematan belanja menyumbang sekitar 70 persen (dari total Silpa, Red),’’ ujarnya, Kamis (19/5).

Menurut Elmy, ada banyak musabab mengapa Silpa dari anggaran tahun lalu tembus Rp 363,06 miliar. Banyak belanja daerah menyumbang sisa anggaran yang tak sedikit. Bahkan dari satu proyek infrastruktur, pemkab bisa berhemat hingga puluhan atau ratusan juta rupiah. ‘’Belanja tidak terduga (BTT) untuk Covid-19 juga banyak tidak terpakai. Itu ikut menyumbang Silpa,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Progres Pembangunan Gedung Literasi Kurang 1,55 Persen

Elmy mengklaim organisasi perangkat daerah (OPD) telah bekerja keras menyerap anggaran. Namun tetap ada sisa dari belanja yang mereka jalankan. Akibat penerapan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), sisa-sisa anggaran tersebut tak dapat dipakai sampai kelar tahun anggaran. ‘’Ini konsekuensi dari sistem,’’ terangnya.

Lantas akan diapakan duit Rp 263,06 miliar tersebut? Elmy mengklaim pihaknya sudah memiliki rencana. Supaya terserap maksimal, Silpa dari tahun lalu akan digunakan untuk membiayai program prioritas yang selama dua tahun terakhir terdampak refocusing. Secara spesifik, belanja infrastruktur akan diberi porsi 30 persen dari total Silpa. ‘’Selain itu untuk mendanai belanja wajib setiap tahun,’’ tukasnya. (naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/