alexametrics
29.7 C
Madiun
Wednesday, June 29, 2022

Silpa Magetan Tahun 2021 Membengkak Rp 363 Miliar

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Tingginya sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) 2021 mencoreng Pemkab Magetan. Terlepas dari Bupati Magetan Suprawoto yang berhasil menyabet sederet prestasi, bawahannya di pemerintahan rupanya lemah dalam merealisasi rencana yang telah disusun.

Hal itu terungkap dalam paripurna penyampaian keputusan DPRD tentang rekomendasi laporan kinerja pertanggungjawaban (LKPJ) bupati 2021. Panitia khusus (pansus) yang dibentuk DPRD Magetan secara khusus menyorot Silpa 2021 yang mencapai Rp 363,06 miliar tersebut. ‘’Ini jadi catatan kami,’’ ujar Ketua Pansus LKPJ DPRD Magetan Joko Suyono, Kamis (19/5).

Dalam laporan yang dibacakan Joko, persentase Silpa bahkan tembus 17,9 persen dari dana tersedia tahun lalu. Yang membuat wakil rakyat tak habis pikir, Silpa dari tahun ke tahun terus meningkat. Silpa dari 2019 tercatat sebesar Rp 238,7 miliar. Di tahun berikutnya naik menjadi Rp 244,9 miliar.

Baca Juga :  Poles Stasiun Magetan Tahun Depan

Joko menarik benang merah dari terus meningkatnya Silpa dari tahun ke tahun. Terlepas dari bermacam alasan yang diutarakan eksekutif, tak dipungkiri bila Silpa tahun lalu juga disebabkan oleh kurang maksimalnya kinerja organisasi perangkat daerah (OPD). ‘’Tingkat akurasi antara perencanaan dan pelaksanaan anggaran tahun 2021 sangat rendah,’’ sebut politisi PDIP itu.

DPRD lantas menyorongkan sejumlah rekomendasi. Yang paling utama, mengoptimalkan Silpa yang bersifat idle cash (kas menganggur) tersebut untuk membiayai program pemerintah. Pembahasan perubahan APBD 2022 juga perlu dipercepat guna mengakomodasi kepentingan tersebut. ‘’Agar tidak terulang, kami merekomendasikan pemkab menerapkan punishment bagi OPD yang penyerapan anggarannya masih rendah,’’ tegasnya. (naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Tingginya sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) 2021 mencoreng Pemkab Magetan. Terlepas dari Bupati Magetan Suprawoto yang berhasil menyabet sederet prestasi, bawahannya di pemerintahan rupanya lemah dalam merealisasi rencana yang telah disusun.

Hal itu terungkap dalam paripurna penyampaian keputusan DPRD tentang rekomendasi laporan kinerja pertanggungjawaban (LKPJ) bupati 2021. Panitia khusus (pansus) yang dibentuk DPRD Magetan secara khusus menyorot Silpa 2021 yang mencapai Rp 363,06 miliar tersebut. ‘’Ini jadi catatan kami,’’ ujar Ketua Pansus LKPJ DPRD Magetan Joko Suyono, Kamis (19/5).

Dalam laporan yang dibacakan Joko, persentase Silpa bahkan tembus 17,9 persen dari dana tersedia tahun lalu. Yang membuat wakil rakyat tak habis pikir, Silpa dari tahun ke tahun terus meningkat. Silpa dari 2019 tercatat sebesar Rp 238,7 miliar. Di tahun berikutnya naik menjadi Rp 244,9 miliar.

Baca Juga :  Jadwal Persemag Ketat, Beri Pemain Waktu Istirahat

Joko menarik benang merah dari terus meningkatnya Silpa dari tahun ke tahun. Terlepas dari bermacam alasan yang diutarakan eksekutif, tak dipungkiri bila Silpa tahun lalu juga disebabkan oleh kurang maksimalnya kinerja organisasi perangkat daerah (OPD). ‘’Tingkat akurasi antara perencanaan dan pelaksanaan anggaran tahun 2021 sangat rendah,’’ sebut politisi PDIP itu.

DPRD lantas menyorongkan sejumlah rekomendasi. Yang paling utama, mengoptimalkan Silpa yang bersifat idle cash (kas menganggur) tersebut untuk membiayai program pemerintah. Pembahasan perubahan APBD 2022 juga perlu dipercepat guna mengakomodasi kepentingan tersebut. ‘’Agar tidak terulang, kami merekomendasikan pemkab menerapkan punishment bagi OPD yang penyerapan anggarannya masih rendah,’’ tegasnya. (naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/