alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Magetan Sulit Raih Adipura Gegara TPA Milangasri Tak Terurai

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Milangasri yang overload menjadi batu sandungan bagi Magetan dalam meraih gelar Adipura. Pasalnya, TPA menjadi salah satu indikator penting yang menentukan penilaian penghargaan tersebut. ‘’Dari dulu TPA sering mendapat nilai terendah. Padahal nilai di indikator yang lain bagus,’’ kata Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan Eny Purwanti, Jumat (19/8).

Eny menjelaskan, penghargaan Adipura dua tahun terakhir tidak dilaksanakan lantaran masih dalam situasi pandemi Covid-19. Dia mengungkapkan bahwa Magetan selalu berhasil meraih penghargaan tersebut. Gelar Adipura hanya luput pada 2011, 2014, dan 2016. ‘’Selain tiga tahun itu, selalu dapat Adipura,’’ klaimnya.

Penilaian Adipura terbagi dalam sejumlah indikator. Salah satunya status Kebijakan Strategis Daerah (Jakstrada) terkait pengelolaan sampah. Tanpa Jakstrada, indikator lain tak akan dinilai. Selain itu, operasional TPA, luasan ruang terbuka hijau, dan kapasitas pengelolaan sampah turut diperhitungkan.

Dari berbagai indikator tersebut, yang paling menjadi ganjalan adalah operasional TPA. Menurut Eny, TPA Milangasri kini overload lantaran budaya yang keliru di masyarakat. Dulu, warga hanya dianjurkan membuang sampah pada tempatnya. Lantaran sampah tak disortir, TPA pun menggunung. ‘’Dulu sampah di TPA sampai tak tertampung. Sekarang sudah mulai ditata,’’ terang Eny.

Baca Juga :  Tenaga Kurang, Laboratorium Tak Punya

Guna mengurai beban TPA Milangasri, DLH mulai menertibkan aturan main dalam membuang sampah. Kini masyarakat diminta aktif memilah sampah sebelum membuangnya. Selain itu, tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan bank sampah terus diperbanyak untuk membantu mengurangi beban TPA Milangasri. ‘’Dalam jangka panjang, kami usulkan rencana membangun TPA baru,’’ ujarnya.

TPA baru rencananya dibangun di Desa Botok, Kecamatan Karas. Lahan di area tersebut diproyeksikan seluas tujuh hektare. Namun, akibat refocusing anggaran selama pandemi Covid-19, baru lima hektare lahan yang sudah dibebaskan. Biaya pembangunan TPA baru itu tak main-main, mencapai Rp 50 miliar. ‘’Pembangunannya kami usulkan ke pemerintah pusat,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

Rencana Bangun TPA Baru

· Rp 50 miliar biaya pembangunan TPA Baru
· Anggaran diusulkan ke pemerintah pusat
· Lokasi di Desa Botok, Karas
· Luas lahan sekitar tujuh hektare (sudah dibebaskan lima hektare)
Gagal Adipura tahun…
· 2011
· 2014
· 2016
Beberapa Indikator Adipura
· Memiliki Jakstrada (Kebijakan Strategis Daerah) terkait pengelolaan sampah
· Kapasitas pengelolaan sampah
· Operasional TPA
· Luasan ruang terbuka hijau
Sumber: DLH Magetan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Milangasri yang overload menjadi batu sandungan bagi Magetan dalam meraih gelar Adipura. Pasalnya, TPA menjadi salah satu indikator penting yang menentukan penilaian penghargaan tersebut. ‘’Dari dulu TPA sering mendapat nilai terendah. Padahal nilai di indikator yang lain bagus,’’ kata Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan Eny Purwanti, Jumat (19/8).

Eny menjelaskan, penghargaan Adipura dua tahun terakhir tidak dilaksanakan lantaran masih dalam situasi pandemi Covid-19. Dia mengungkapkan bahwa Magetan selalu berhasil meraih penghargaan tersebut. Gelar Adipura hanya luput pada 2011, 2014, dan 2016. ‘’Selain tiga tahun itu, selalu dapat Adipura,’’ klaimnya.

Penilaian Adipura terbagi dalam sejumlah indikator. Salah satunya status Kebijakan Strategis Daerah (Jakstrada) terkait pengelolaan sampah. Tanpa Jakstrada, indikator lain tak akan dinilai. Selain itu, operasional TPA, luasan ruang terbuka hijau, dan kapasitas pengelolaan sampah turut diperhitungkan.

Dari berbagai indikator tersebut, yang paling menjadi ganjalan adalah operasional TPA. Menurut Eny, TPA Milangasri kini overload lantaran budaya yang keliru di masyarakat. Dulu, warga hanya dianjurkan membuang sampah pada tempatnya. Lantaran sampah tak disortir, TPA pun menggunung. ‘’Dulu sampah di TPA sampai tak tertampung. Sekarang sudah mulai ditata,’’ terang Eny.

Baca Juga :  Kang Woto Pastikan Fasilitas dan Nakes Maksimal Tangani Pasien Covid-19

Guna mengurai beban TPA Milangasri, DLH mulai menertibkan aturan main dalam membuang sampah. Kini masyarakat diminta aktif memilah sampah sebelum membuangnya. Selain itu, tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan bank sampah terus diperbanyak untuk membantu mengurangi beban TPA Milangasri. ‘’Dalam jangka panjang, kami usulkan rencana membangun TPA baru,’’ ujarnya.

TPA baru rencananya dibangun di Desa Botok, Kecamatan Karas. Lahan di area tersebut diproyeksikan seluas tujuh hektare. Namun, akibat refocusing anggaran selama pandemi Covid-19, baru lima hektare lahan yang sudah dibebaskan. Biaya pembangunan TPA baru itu tak main-main, mencapai Rp 50 miliar. ‘’Pembangunannya kami usulkan ke pemerintah pusat,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

Rencana Bangun TPA Baru

· Rp 50 miliar biaya pembangunan TPA Baru
· Anggaran diusulkan ke pemerintah pusat
· Lokasi di Desa Botok, Karas
· Luas lahan sekitar tujuh hektare (sudah dibebaskan lima hektare)
Gagal Adipura tahun…
· 2011
· 2014
· 2016
Beberapa Indikator Adipura
· Memiliki Jakstrada (Kebijakan Strategis Daerah) terkait pengelolaan sampah
· Kapasitas pengelolaan sampah
· Operasional TPA
· Luasan ruang terbuka hijau
Sumber: DLH Magetan

Most Read

Artikel Terbaru

/