alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Masa Jabatan Bupati Suprawoto Tersisa Satu Tahun, OPD Kurang Greget

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Magetan jauh dari kata memuaskan. Itu terpotret dari kegagalan dalam mencapai tiga indikator tujuan dan tujuh sasaran misi daerah tahun lalu. Ironi bagi Bupati Suprawoto dan Wabup Nanik Endang Rusminiarti. Menjelang akhir masa jabatan mereka, OPD justru kurang gereget dalam bekerja.

Sekda Magetan Hergunadi tak dapat memungkiri kegagalan tersebut. Namun, dia meminta kegagalan itu tak dilihat murni karena kinerja OPD yang kurang maksimal. ‘’Tahun lalu puncak-puncaknya pandemi Covid-19,’’ ujar sekda, Rabu (24/5).

Menurut Hergunadi, memburuknya situasi pandemi tahun lalu berimplikasi pada banyak hal. Perekonomian daerah sangat terpukul. Alhasil pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) tahun lalu gagal mencapai target. ‘’Penurunan PDRB secara otomatis membuat indeks gini dan angka pengangguran ikut meningkat,’’ urainya.

Gencarnya refocusing alias pengalihan anggaran juga menghambat OPD. Akibat anggaran cupet, banyak program tak dapat dieksekusi. Itu otomatis menghambat pencapaian tujuan dan sasaran misi daerah.

Baca Juga :  Minim Lahan Parkir Menyulut Masalah di Sarangan

Rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) era kepemimpinan Suprawoto dan Nanik disusun pada 2018 dan berakhir di 2023. Hergunadi tak memungkiri bahwa waktu yang tersisa tak banyak. Perlu percepatan luar biasa dari semua OPD. ‘’Dimulai di perubahan APBD 2022, kami siapkan program-program untuk mengejar semua kekurangan itu,’’ terang sekda.

Sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) dari tahun lalu bakal dijadikan modal. Namun yang perlu digarisbawahi, dari Rp 363,06 miliar Silpa tahun lalu, hanya sekitar Rp 110 miliar yang bebas digunakan untuk program prioritas.

Pun, 40 persen di antaranya sudah dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur. Sisanya belanja wajib dan hanya ikut tercatat sebagai Silpa. ‘’Harapannya di akhir masa RPJMD tahun depan, seluruh indikator tujuan dan sasaran misi daerah dapat tercapai semua,’’ pungkasnya. (naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Magetan jauh dari kata memuaskan. Itu terpotret dari kegagalan dalam mencapai tiga indikator tujuan dan tujuh sasaran misi daerah tahun lalu. Ironi bagi Bupati Suprawoto dan Wabup Nanik Endang Rusminiarti. Menjelang akhir masa jabatan mereka, OPD justru kurang gereget dalam bekerja.

Sekda Magetan Hergunadi tak dapat memungkiri kegagalan tersebut. Namun, dia meminta kegagalan itu tak dilihat murni karena kinerja OPD yang kurang maksimal. ‘’Tahun lalu puncak-puncaknya pandemi Covid-19,’’ ujar sekda, Rabu (24/5).

Menurut Hergunadi, memburuknya situasi pandemi tahun lalu berimplikasi pada banyak hal. Perekonomian daerah sangat terpukul. Alhasil pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) tahun lalu gagal mencapai target. ‘’Penurunan PDRB secara otomatis membuat indeks gini dan angka pengangguran ikut meningkat,’’ urainya.

Gencarnya refocusing alias pengalihan anggaran juga menghambat OPD. Akibat anggaran cupet, banyak program tak dapat dieksekusi. Itu otomatis menghambat pencapaian tujuan dan sasaran misi daerah.

Baca Juga :  Minim Lahan Parkir Menyulut Masalah di Sarangan

Rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) era kepemimpinan Suprawoto dan Nanik disusun pada 2018 dan berakhir di 2023. Hergunadi tak memungkiri bahwa waktu yang tersisa tak banyak. Perlu percepatan luar biasa dari semua OPD. ‘’Dimulai di perubahan APBD 2022, kami siapkan program-program untuk mengejar semua kekurangan itu,’’ terang sekda.

Sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) dari tahun lalu bakal dijadikan modal. Namun yang perlu digarisbawahi, dari Rp 363,06 miliar Silpa tahun lalu, hanya sekitar Rp 110 miliar yang bebas digunakan untuk program prioritas.

Pun, 40 persen di antaranya sudah dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur. Sisanya belanja wajib dan hanya ikut tercatat sebagai Silpa. ‘’Harapannya di akhir masa RPJMD tahun depan, seluruh indikator tujuan dan sasaran misi daerah dapat tercapai semua,’’ pungkasnya. (naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/