alexametrics
29.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Objek Wisata Telaga Sarangan Berpredikat Green Tourism Destination

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pertemuan antara Pemkab Magetan dan PT Inka Jumat (17/6) lalu membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan Telaga Sarangan. Kedua pihak saling menjajaki potensi kerja sama untuk mewujudkan visi Sarangan sebagai green tourism destination. Namun, untuk mewujudkan hal itu, diperlukan sumber daya yang besar. ‘’Kehadiran investor sangat dibutuhkan,’’ kata Direktur Pengembangan PT Inka Agung Sedaju.

Banyak hal yang harus ditata bila Sarangan ingin menyandang status green tourism destination. Paling utama yakni menekan polusi semaksimal mungkin. Karenanya, cara paling realistis adalah membangun kantong-kantong parkir untuk kendaraan wisatawan. ‘’Area telaga harus terisolasi dari kendaraan berpolusi,’’ ujarnya.

Untuk menuju area telaga, wisatawan lantas diangkut menggunakan kendaraan shuttle yang idealnya bertenaga listrik. Jika biayanya terlampau tinggi, Agung menyarankan kendaraan konvensional namun dilengkapi filter knalpot untuk menyaring polusi. ‘’Jika alamnya bersih dan asri, wisatawan tidak hanya bersenang-senang, tapi juga bisa healing,’’ terangnya.

Baca Juga :  PT KAI Dukung Relokasi Gerbang Masuk Stasiun Magetan

Menurut Agung, langkah pemkab yang mencanangkan visi Sarangan sebagai green tourism destination memang tepat. Kini semua objek wisata berlomba mendapatkan predikat tersebut. Dengan begitu, wisatawan kelas menengah atas semakin banyak yang berdatangan. ‘’Kalau hanya ingin memperbanyak wisatawan kelas bawah, cukup dengan memperluas area pakai APBD,’’ tuturnya.

Bupati Magetan Suprawoto sevisi dengan Agung. Bupati rupanya sudah lama resah dengan kondisi Sarangan yang begitu-begitu saja. Tidak ada upaya mengembangkan Sarangan menjadi lebih asri seperti dulu. Namun, yang menjadi catatannya, pengembangan itu harus dilakukan bertahap. ‘’Mungkin bisa dimulai dengan mensterilkan kendaraan berpolusi dari area telaga. Kalau berhasil bisa dikembangkan lebih luas, termasuk menambah infrastruktur dan fasilitas penunjang,’’ ujar Kang Woto, sapaan bupati. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pertemuan antara Pemkab Magetan dan PT Inka Jumat (17/6) lalu membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan Telaga Sarangan. Kedua pihak saling menjajaki potensi kerja sama untuk mewujudkan visi Sarangan sebagai green tourism destination. Namun, untuk mewujudkan hal itu, diperlukan sumber daya yang besar. ‘’Kehadiran investor sangat dibutuhkan,’’ kata Direktur Pengembangan PT Inka Agung Sedaju.

Banyak hal yang harus ditata bila Sarangan ingin menyandang status green tourism destination. Paling utama yakni menekan polusi semaksimal mungkin. Karenanya, cara paling realistis adalah membangun kantong-kantong parkir untuk kendaraan wisatawan. ‘’Area telaga harus terisolasi dari kendaraan berpolusi,’’ ujarnya.

Untuk menuju area telaga, wisatawan lantas diangkut menggunakan kendaraan shuttle yang idealnya bertenaga listrik. Jika biayanya terlampau tinggi, Agung menyarankan kendaraan konvensional namun dilengkapi filter knalpot untuk menyaring polusi. ‘’Jika alamnya bersih dan asri, wisatawan tidak hanya bersenang-senang, tapi juga bisa healing,’’ terangnya.

Baca Juga :  Pandemi, Perajin Sepatu Kulit di Magetan Sepi Order

Menurut Agung, langkah pemkab yang mencanangkan visi Sarangan sebagai green tourism destination memang tepat. Kini semua objek wisata berlomba mendapatkan predikat tersebut. Dengan begitu, wisatawan kelas menengah atas semakin banyak yang berdatangan. ‘’Kalau hanya ingin memperbanyak wisatawan kelas bawah, cukup dengan memperluas area pakai APBD,’’ tuturnya.

Bupati Magetan Suprawoto sevisi dengan Agung. Bupati rupanya sudah lama resah dengan kondisi Sarangan yang begitu-begitu saja. Tidak ada upaya mengembangkan Sarangan menjadi lebih asri seperti dulu. Namun, yang menjadi catatannya, pengembangan itu harus dilakukan bertahap. ‘’Mungkin bisa dimulai dengan mensterilkan kendaraan berpolusi dari area telaga. Kalau berhasil bisa dikembangkan lebih luas, termasuk menambah infrastruktur dan fasilitas penunjang,’’ ujar Kang Woto, sapaan bupati. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/